Sabtu, Agustus 23

REVIEW BUKU SUNSET IN WEH ISLAND



Judul buku          : Sunset in Weh Island
Penulis                 : Aida M.A
Penerbit                : Bentang Belia
ISBN                     : 978-602-9397-73-4

          Siapa sih yang bisa begitu saja menerima pengkhianatan? Apalagi pengkhianat tersebut adalah sahabat sendiri. Itu juga yang dialami Axel. Tanpa sepengetahuan Axel, Marcel menjual gudang miliknya yang selama ini digunakan oleh Axel sebagai tempat latihan reggaeton. Buruknya lagi, Marcel berniat menjual gudang tersebut pada Andrew, rival Axel dan tim reggaeton-nya. Tidak hanya itu, diam-diam ternyata Marcel juga mengincar Andreea, kekasih Axel. Lengkaplah sudah kekecewaan Axel pada sahabatnya itu.

        Sebagai bentuk pelarian dari kekecewaannya, Axel kemudian memilih berlibur meninggalkan Jerman, mengunjungi Pamannya Alan di Pulau Sabang, Indonesia.

          Takdir mempertemukannya dengan Mala, cewek lokal yang masih kuliah di Fakultas Ekonomi Univ. Syiah Kuala. Pertemuan yang tidak direncanakan. Keduanya tanpa sengaja saling bertubrukan satu sama lain di atas kapal ketika keduanya sama-sama nyaris tertinggal kapal cepat. Kecelakaan tubrukan itu ternyata meninggalkan kesan buruk di antara keduanya. Lalu ada banyak kebetulan yang terjadi setelah itu. Kebetulan cottage Alan Scuba Diving milik Alan berdekatan dengan cottage & restoran laguna milik Bram, ayah Mala. Kebetulan Bram dan Alan berteman baik dan kebetulan Raffi cinta terpendam Mala bekerja pada Alan.

Kebetulan-kebetulan di atas tidak merubah kesan buruk  yang terlanjur tercipta antara Axel dan Mala. Menurut Mala, axcel adalah cowok bule yang sangat menjengkelkan, yang terlalu menganggap sepele wanita, dan Mala memilih memanggil Axel dengan sebutan Curly (karena rambutnya yang keriting) dibandingkan jika harus memanggil dengan nama aslinya. Pun sebaliknya, Axel merasa Mala adalah cewek aneh yang sering melakukan ritual khusus ketika menyaksikan sunset, dan dia selalu memanggil Mala dengan istilah accident girl. Pertengkaran-pertengkaran kecil kerap terjadi jika keduanya bertemu hingga suatu hari, di Pulau Rubiah Mala harus menerima kenyataan bahwa pria yang selama ini sangat dikaguminya ternyata telah memiliki pacar.

Axel yang mengetahui Mala terluka berusaha menghibur. Tak disangka untuk kali pertamanya keduanya bisa saling mengobrol dengan lepas tanpa harus bertengkar. Dan setelah itu keduanya menjadi sahabat baik.

Kebersamaan yang mulai tercipta ternyata menumbuhkan benih-benih cinta pada keduanya. Benarkah Axel orang yang tepat untuk Mala. Lalu bagaimana dengan Andreea yang tiba-tiba muncul bersama Marcel ingin menjemput Axel pulang kembali ke Jerman? Apakah Axel bersedia memaafkan sahabatnya? Atau Raffi kah yang lebih pantas mendapatkan hatinya Mala setelah putus dari pacarnya?

***
Aaaakkkkk… novel ini benar-benar berasa romantisnya. Karakter masing-masing tokoh tergambar jelas dan kuat. Hal lain yang kemudian membuat novel ini berasa romantisnya adalah karena settingnya sendiri ada di Sabang. Karena pernah berkunjung ke sana, maka aku harus akui bahwa penulis berhasil mendeskripsikan semua tentang Sabang secara detail dan menarik. Salut!! Dan tak berlebihan lah jika kemudian penulis menggambarkan alam bawah laut perairan Sabang dengan istilah “surga” di novel ini.

Ini adalah novel pertama karya penulis yang aku baca. Dan setelah membacanya aku merasa penulis benar-benar total ketika berkarya. Semua informasi tergambar jelas. Beberapa dialog dalam bahasa jerman juga disertakan untuk memperkuat karakter Axel yang memang berkebangsaan Jerman. Pada akhirnya aku puas membaca kisah tokoh-tokoh di dalamnya.

Kalau ngomongin fisik novelnya sendiri, dengan ketebalan 246 halaman dan desain cover yang lembut, penampakan novel ini benar-benar cantik. Eh, ini bukan karena aku juga penyuka laut loh ya. Selain itu, akan ada ilustrasi pantai, pohon kelapa dan matahari setiap kali bab baru dimulai.

Tidak ada hal-hal yang begitu mengganggu kecuali sedikit kesalahan pengetikan. Sebagai penutup, rasanya belum lengkap kalo aku belum menuliskan  satu kalimat favorit yang aku temukan dalam novel ini. Bunyinya: “cinta dan percaya adalah dua hal yang saling berhubungan. Kita tak cukup memelihara percaya untuk dapat mencintai seseorang, tapi ketika kita mencintai maka kita harus memercayainya” (hal 121).



1 komentar:

  1. Covernya romantis.... pasti kisahnya juga romantis
    penasaran dengan kisah lengkapnya

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^