Kamis, Agustus 9

Jeli Memilih Tontonan TV di Bulan Suci

Selama Ramadhan, acara-acara bertema religi seolah membanjiri televisi. Masing-masing stasiun televisi merilis acara baru baik untuk menemani penonton bersantap sahur sampai berbuka. Mulai dari Tabligh Akbar, Kultum, Lawakan, sampe sinetron dan FTV semuanya bertema Ramadhan. Nah, diantara membanjirnya acara-acara seperti di atas, ada beberapa yang menjadi tontonan favoritku selama Ramadhan. Favorit buatku karena kalau kebetulan aku yang nonton maka aku langsung pilih channel yang menayangkannya. Jadi meskipun favorit, kalau yang pegang remotenya bukan aku ya gak bisa nonton juga sih...

Yang Pertama, aku suka banget nonton serial kolosal Omar. Ini adalah kisah kehidupan sahabat Rasulullah sekaligus Khalifah kedua yaitu Umar Bin Khattab. Sebenarnya aku juga sudah membaca novelnya dan membuat reviewnya di sini. Tapi kesan membaca novelnya beda dengan saat menonton serialnya. Sepertinya aku lebih bisa terbawa suasana seperti apa perjuangan Rasulullah bersama para sahabat saat menonton, mungkin karena efek visual dari melihat meski cuma serial tetap membekas di hati. Serial Omar ini ditayangkan di MNCTV setiap pukul 04.00 WIB, pas banget dengan waktunya makan sahur. 

Gambar diambil dari sini
Dan ternyata saat googling, aku jadi tau kalau serial ini meraih rating tinggi di MNCTV. Keren deh, berarti selera tontonan saudara-saudaraku sedikit banyak mulai berubah dan bermutu.  Oya, semakin hari serial ini semakin seru aja. Sekarang sudah memasuki saat-saat dimana banyaknya orang yang mengaku Nabi sepeninggal Rasulullah (munculnya nabi palsu). Kalau dipikir-pikir, permasalahan yang tengah terjadi dengan umat Islam saat ini sebenarnya sudah pernah terjadi dimasa kepemimpinan para sahabat. Sejarah seperti terulang kembali. Banyak sekali hikmah yang bisa diambil dengan menonton serial ini. Salah satunya bagaimana memupuk kesabaran. Selain itu aku jadi makin cinta dengan Islam dan jadi lebih menghargai sejarah.

Tontonan favorit berikutnya adalah chatting dengan YM. Sebenarnya gak bisa nonton full acaranya karena jam tayang yang hampir bersamaan dengan jadwal sholat taraweh. Acaranya tayang di ANTV jam 9 malam. Jadi setiap kali nonton selalu dapat bagian akhir gitu, hmmm sekitar 15 menit menjelang acara berakhir. Tapi meski begitu, ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur tuh ngenaa banget. Belum lagi bintang tamu yang merupakan orang-orang yang sangat menginspirasi. Pernah bintang tamunya tuh keluarga penghapal Al-Quran, MasyaAllah... Benar-benar bikin merinding dan gak berhenti bertasbih ngeliatnya. Gak tau gimana ngungkapinnya, yang jelas pas ngelihatnya rasanya takjub sekaligus pengen nangis.

 Gambar diambil di sini

Selain kedua acara di atas, kalau menjelang berbuka biasanya aku nonton kultum atau pengajian-pengajian singkat gitu. Kalau acara yang paling gak aku suka tuh adalah acara lawakan-lawakan ato yang sejenis. Aku merasa gak ada pesan yang bisa diambil dari acara seperti itu, selain mungkin kuis interaktifnya. Selebihnya mereka hanya berteriak-teriak gak jelas, kadang menyindir orang lain dan saling mengejek. yang membuat beda mungkin dari pakaian aja, karena para wanitanya meski tidak mengenakan jilbab pakaiannya rada tertutup aja.

Cukup sekian deh cerita hari ini. Nonton sih boleh-boleh aja, tapi tetap harus bisa menyeleksi tontonan yang ada. Dan yang lebih penting lagi, jangan sampe gara-gara nonton taraweh dan tadarusan jadi terbengkalai yaa... :)

5 komentar:

  1. Omar ini sptnya yg jadi favorite, beberapa kali saya baca ulasan ttg tayangan Omar di blog sahabat.

    Semoga nanti pas mudik lebaran tuh acara blm tamat agar saya bisa ikutan melihatnya...#gak punya TV neh

    BalasHapus
  2. omar sepertinya lagi laris manis....btw-acara tv sekarang memang lebih banyak mudharatnya dari kebajikannya...dan yang lebih aneh lagi para pengisi acara-nya mengaku semua beragama islam...sungguh aneh :)

    BalasHapus
  3. sepulang dari masjid, saya sering menonton YM dengan niat mengaji. jadi nonton tivi dan semoga mendapatkan ilmu dan pahala...

    BalasHapus
  4. Hi Yuliza Sachira, pa kabar. Kunjungan lagi. Saya sendiri sering melarang anak anak saya melihat tayanga TV karena memang banyak yang nda beres buat mereka yang masih kecil kecil.

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^