Selasa, September 11

Berat sama dipikul, kalo ringan??



Photo bareng setelah acara pembukaan, ane yang dilingkaran kuning ^_^

Alhamdulillah... akhirnya bisa posting lagi..
Saat ini aku lagi berada di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BP-3) Belawan. Selama dua minggu ke depan aku bisa sedikit bernafas lega karena lepas dari rutinitas pekerjaan. Meski di diklat juga sibuk dengan tugas dan presentasi, tapi paling gak ketemu teman-teman baru dari kota dan propinsi yang berbeda itu rasanya seru dan menyenangkan. Selain teman-teman baru ada juga teman se-almamater. Beda jurusan doank, reuni neh ceritanya.

Baru dua hari berjalan, tapi masing-masing kami sudah akrab satu sama lain. Pasalnya di hari pertama setelah acara pembukaan langsung dikasi materi Dinamika Kelompok. Buat teman blogger yang pernah diklat pasti udah kebayang gimana serunya materi Dinamika Kelompok ini. Serasa kembali ke masa anak-anak. Games yang diberikan oleh para Widyaiswara mampu memecah kekakuan antar peserta. Belum lagi melihat kekonyolan peserta yang spontan dan bisa mengundang tawa seisi ruangan.

Misalnya saja saat kami diberi games "Mencari Mutiara yang Hilang", heheheh mirip-mirip judul lagunya Yuni Shara ya. Nah, pada permainan ini masing-masing kami diminta mengambil satu potongan/gulungan kertas yang sebelumnya sudah dikocok (halah) seperti kocokan di acara arisan ibu-ibu itu loh. Ternyata gulungan kertas tersebut berisi pribahasa yang belum lengkap/terpotong. Tugas kami para peserta adalah mencari di kertas siapa potongan pribahasa itu berada agar isi pribahasa menjadi lengkap dan benar. Langsung deh begitu aba-aba satu-dua-tiga disampaikan, masing-masing peserta langsung saling mencocokkan pribahasa yang dia miliki ke rekan-rekan yang lain. 

Seperti aku, kertas yang aku pegang berbunyi "Menang jadi arang". Aku sibuk mencari siapa kira-kira pemegang kertas bertuliskan "Kalah jadi abu". Setelah nanya sana-sini akhirnya ketemu deh sama pemegang kertas yang aku maksud. Hahahaha seorang bapak-bapak dari Aceh. Jadi geli sendiri. Belum lagi para widyaiswara malah bilang pasangan itulah mutiara yang dicari. *Langsung ngakak guling-guling. Gitu semua mendapatkan pasangan, posisi dudukpun dirubah. Duduk jadi bersama si mutiara yang telah ditemukan. Kemudian disuruh gantian membaca pribahasa yang sudah lengkap tadi bersama si mutiara. Setiap ingat bagian ini jadi pengen ketawa lagi :D

Ceritanya ada seorang ibu yang berpasangan dengan seorang bapak, dan pribahasa yang mereka dapat berbunyi "Bagai pinang dibelah dua". Hahahahaha semua jadi tertawa dan protes, karena merasa keduanya gak seperti pinang yang dibelah :D (si ibu yang sudah "berumur" cuma malu-malu sambil menutup mulutnya yang menahan tawa)*Ngawur. Trus pasangan yang lain malah ada yang memplesetin pribahasa yang mereka dapat. Gak tau dapat ide dari mana. Bunyi pribahasanya menjadi "Berat sama dipikul, ringan dijinjing sendiri-sendiri". Ggrrrrrrrr... Lagi-lagi aula BP-3 di mana kami belajar jadi gaduh dengan suara tawa. Widyaiswarapun tak mampu menahan geli, ikut terkekeh bersama kami.

Beneran deh, dapat beberapa teman diklat yang beda usianya mencolok seperti saat ini punya kesan tersendiri. Selain mereka gampang bercanda, pengalaman mereka sebagai penyuluh perikanan di lapangan juga gak sedikit. Sharing informasi dan kiat-kiat di lapangan disampaikan dengan sangat jenaka.

Sekian dulu aja deh cerita hari ini. Mau gabung ama yang lain neh, nonton pembukaan PON di tv.





4 komentar:

  1. kalau pelatihan spt itu pasti menyenangkan sekali, gak ngatuk, gak bete.

    BalasHapus
  2. Kisahnya sangat seru, ingat waktu masa-masa diklat. Meskipun waktunya dikit tetapi kenangan begitu banyak

    BalasHapus
  3. Kalau ringan angkat sendiri heheheh.
    Kenangan indah yang tak terlupakan tentunya, meskipun tak memakan waktu lama..tapi sangat mengesankan.

    BalasHapus
  4. wah..., diklat yang menarik neh....
    [yang di lingkaran kuning ya....]

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^