Cari Blog Ini

Senin, Agustus 17

Dirgahayu Indonesia

Hari ini Bangsaku merayakan Ulang Tahun Kemerdekaannya yang ke-64, sebuah waktu yang gak pendek. Tapi dalam rentang waktu tersebut, benarkah bangsaku telah benar2 merdeka.

Kalau ditanya padaku, mungkin aku akan menggeleng, karena aku sendiri rada trauma dengan tragedi bom beberapa bulan yang lalu. Yulia pernah ngingatin "yang namanya ajal kalo udah datang ya gak bisa ditolak". Waktu itu dia meminta nemanin ke mall. Dan pada waktu itu aku cerita kalo aku agak khawatir pergi ke tempat yang rame. "kenapa?" tanyanya. "Bom" jawabku singkat. Padahal tragedi bom terjadi di Ibukota negara, sedangkan aku dan yulia berada di kota yang sudah berbeda pulau. Tapi rasa takut itu ada. Kalo merasa takut dan gak aman di negeri sendiri, apa itu sudah mrdeka?

Syukur Alhamdulillah, kalo perayaan HUT RI kali ini berlangsung dengan aman. Dan dari televisi aku bisa saksikan bagaimana anak bangsa bersukacita merayakannya.

Upacara pengibaran bendera yang dilakukan di dasar laut Pantai Malalayang, Manado,bahkan berhasil mencetak rekor dunia selam terbanyak yang diikuti lebih dari 2.000 orang lewat The Largest Scuba Diving Lessons atau Pelajaran Menyelam Terbesar.



Ada juga upacara yang dilakukan di kawasan gunung semeru, Jawa Timur.

Trus ada juga upacara yang dilakukan di gua grubuk.http://www.antaranews.com/berita/1250513019/upacara-pengibaran-bendera-di-dalam-gua-grubuk.

Semuanya itu gak segampang upacara biasa seperti zaman2nya sekolah dulu. Perlu kerjasama team, keberanian, gak mudah menyerah, dan banyak hal penting lainnya yang kalo gak diperhatikan dengan benar mustahil semua bisa berjalan dengan lancar. Mungkin itu refleksi dari sikap para pahlawan ketika berjuang merebut kemerdekaan ini

Mudah2an setelah 64 tahun kemerdekaannya, bangsa ini bisa lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih arif.

Kamis, Agustus 13

Pesta 17an, Dirgahayu Indonesiaku

17an tinggal beberapa hari lagi, tp yang namanya umbul-umbul dan bendera merah putih udah banyak yang menghiasi perkantoran. Gak cuma didominasi ama warna merah putih, tp juga dengan aneka warna.

Suasana kantor juga rada beda. Cuma... ya gitu deh, pakai bendera kecil-kecil yang di pajang di langit2 ruangan kantor. Yang pentingkan semangat kemerdekaannya kalee...Jadi seperti inilah suasana kantor menyambut 17an,






sebenarnya mo ngambil yg pas para OB masang2 tu bendera, jadi lebih seru aja ngeliatnya, pan ada objeknya... tapi musti di urungkan dah, perkara ketauan aja pegang hape bakal kena konseling :(

Jadi pas break cuma bisa take yg model beginian aja.



Yaahh...mudah2an ada yg lebih seru di tanggal 17 ntar, gak cuma sekedar makan kerupuk dan panjat pinang, tapi bagaimana kita sebagai anak bangsa bisa menghargai jerih payah para pahlawan dengan tetap semangat, terus berkreasi, gak pake narkoba, gak free sex, bisa saling toleransi, dan tetap cinta Indonesia.. Amieeennn

Selasa, Agustus 4

Being a Novelist; Bukan Sekedar Mimpi

When I was just a little girl
I asked my mother what would I be?
Will I be pretty or will be rich
Yes what she said to me..

Queh sera..sera..what ever will be...will be..


Itu lagu tempo dulu, waktu zaman2nya masih kursus Bahasa Inggris di BBC. Kalo sekarang ditanya apa impianku? hehehehe aku mo bilang kalo aku pengen jadi novelis (halah), ini serius. Alasannya sederhana, aku suka baca novel, dan terkadang aku punya cerita sendiri di sini (sambil nunjuk kepala-red).
"Mo nyaingi Andrea Hirata?" rekan di kantor pernah nyindir secara langsung. Dan dia jadi pura2 muntah gitu waktu aku iyakan, padahal aku cuma bercanda gitu (hare genee sapa juga gak kenal Andrea Hirata?). Tapi apa salah kalo punya cita2 model gituan? sampe2 orang langsung aja mencibir bilang "jangan mimpi, lha tulisan diblog kamu masih banyak yang perlu direhabilitasi..." (ampuunnn dah..)

Tapi waktu chat sama Arfa jadi laen. "Kenapa gak? Udah baca Sang pemimpi? buku kedua dari tetralogi Andrea Hirata? Gak ada yang impossible sekarang Za...."


Arfa tuh benar banget. Meski katanya gak ada yang impossible sekarang ini, tapi aku merasa ada yang memang harus aku perbaiki dari diriku sendiri agar apa yang aku impikan gak selamanya hanya jadi impian belaka. Karena ada pesan "kerja keras" dalam kata2 Arai di buku tersebut yang lebih kurang berbunyi, "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2 kita..."

1. Keyakinan
Sebelum bermimpi pengen jadi novelis, aku kembali ngeyakini diriku, apa aku bisa? Rekor menulis aku masih seumur jagung, dan kalopun menulis sejauh ini masih cerita2 pendek, sementara cerita pendek itu beda banget dengan novel. Tapi aku harus mencoba sebelum benar2 memvonis kalo aku mungkin cuma bisa menulis cerita pendek. Rasanya kemampuan gak muncul gitu aja, harus dilatih terlebih dahulu.

2. Usaha
Berapa cerita pendek yang pernah dipublikasikan? berapa yang ditolak? berapa lama waktu dihabiskan buat baca (ini penting loh, karena kemampuan menulis sebenarnya didukung oleh kegemaran membaca dan berapa banyak yang dibaca). Sepertinya di poin ini yang benar2 harus aku perhatiin dengan serius. Aku gak bisa memberi porsi usaha yang sama untuk dua tuisan yang berbeda (cerita pendek dan novel)

3. Berdoa
Aku harus melibatkan Dia. Karena sesungguhnya Dia lebih mengetahui. Katanya doa dan usaha itu ibarat sayap, dan untuk terbang ke langit dibutuhkan 2 sayap (usaha dan doa). Bukan masalah gak pe-de, tapi ketika semua urusan melibatkan Dia, akan bernilai ibadah, itu poinnya.

4. Gak putus asa
Sekali lagi, aku memang pengen nulis novel. Aku pengen tulis semua hal tentang marine station, tentang persaudaraan kami selama di Kampus Dumai, semuanya pokoke, tentang kami berlayar ke Pulau Rupat, tentang Rini teman aku yang hanyut, tentang virus sakit mata, tentang Ramadhan di Dumai, tentang gak ada air, semuanya... Karena semuanya itu sangat indah buat aku. Biar para junior2 tau bahwa pernah ada kehidupan yang sangat indah di sana, dan mereka juga bisa mewujudkannya kalo mereka benar2 cinta sama Marine Station. Gak harus seperti Andrea Hirata dengan karya fenomenalnya laskar pelangi.


Atau seperti J.K Rowling dengan karya maha dahsyatnya Harry Potter



Aku cuma pengen jadi aku dengan karyaku sendiri. Jadi aku gak boleh putus asa kalau terlalu banyak benturan ketika menjalaninya. Aku harus positif thinking bahwa mgkn usahaku belum maksimal.


Rasanya sederhana sekali ya? Dan gak ada yang gak mungkin buat hal sesederhana itu. Tapi semuanya bisa jadi gak mungkin kalo aku hanya berhenti sampai di sini. Aku harus benar2 komitmen dengan 4 hal di atas.

Tapi bagaimana kalo setelah 4 hal di atas aku jalani, tapi aku belum bisa release satu novelpun???(itu mah urusan nanti, urusan nanti mikirinnya nanti2 aja, gitu aja kok repot?)

Minggu, Agustus 2

Nothing Impossible Blog Contest

Ada kontes blog… :D

Kalo dibaca2 keknya seru banget,

Gmn gak? Ngeblog dikompetisiin…hehehehe

Pada saat Loe liat sebuah case, and then loe punya pendapat sendiri tentang case tersebut, yang kalo loe ngomong koar2 scr lgsg orang2 mungkin gak ada waktu buat ngedengerin loe, trus loe tulis di blog, dan ada yang mo serius membaca pendapat loe, trus kalo itu menarik loe bakal dapat hadiah, asyik bgt kan? (Lha terus apa hubungannya?)

Yah, buat aku itulah blog. Tempat di mana aku puasssss puasss puasss…buat menyampaikan apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan, dan kemudian pengen aku bagi ke orang2, tapi gak banyak yang bisa mendengarkanku. Tapi dgn blog semuanya jadi beda.. Aku gak perlu meminta org2 disekitarku buat mendengarkan, karena nun jauh di belahan bumi yang laen ada mgkn yang jauh lebih tertarik dgn ceritaku.. :D
Hayyaaa ngelantur..

Dan kontes blog kali ini temanya sederhana sekali, cuocok bgt buat pemula kaya aku. Nothing Impossible, gak ada yg gak mgkn. Hmm…. Banyak bgt hal2 kecil terjadi yg bikin mata kita melek bahwa gak ada yang mustahil, laen kata semua bisa jadi mungkin, karena ketidakmungkinan itu sendiri adalah sebuah kemungkinan (halah). Tapi benerkan?

Back to the contest, syarat ngikutin contest gak terlalu rumit, Peserta hanya diminta menuliskan artikel bebas bertema Nothing Impossible / Tak Ada yang Tak Mungkin di blog. Untuk info lengkapnya bisa baca dindasmart[dot]com . Hayyo semangat!! Gak ada yang gak mgkn buat jadi jawaranya… hehehehehe…