Kamis, Oktober 8

Review Novel Sing-Py

Alhamdulillah, dua hari yang lalu bingkisan Giveaway SingPy dari penerbit Loveable nyampe di rumahku. Happy nya dobel dibandingkan saat tau jadi pemenangnya, norak ya...
Rasanya udah lama banget gak baca dan ngereview buku lagi. Hmm... tepatnya sejak menikah. Yah, namanya juga status sudah tak sendiri lagi, aku dan suami ternyata butuh waktu yang tak sedikit untuk sebuah penyesuaian. Baiklah, setengah tahun tlah berlalu, dan sudah saatnya kembali menekuni kesenanganku yang satu ini.

Kali ini aku mo bahas soal novel baru hadiah GA di event blog tour and giveaway di blognya Atria.



Judul : Sing-Py (Single Happy)
Penulis : Dedew
Penerbit : Loveable

Sinopsis:
Adalah Rania, wanita berumur 25 tahun yang punya pengalaman gak enak dengan kehidupan rumah tangganya sampe bercerai dengan suami. Setelah perceraian itu, dia enggan untuk kembali berkerja sebagai orang kantoran. Dia kemudian berpikir untuk memulai usaha kos-kosan (rumah kos). Tapi kos-kosan yang dimaksud beda dengan kos-kosan pada umumnya. Karena Rania ternyata kepengen membangun sebuah kos-kosan jomblo untuk para jomblowati. Awalnya orang tuanya kaget dengan rencana Rania, tapi namanya orang tua ujung-ujungnya pasti lah mendukung cita-cita anaknya. Rania mendapatkan pinjaman dana dari Ayahnya dan dengan tambahan tabungan pribadinya mulailah dia menyulap rumah kosong milik Ayahnya menjadi sebuah rumah kos.

Gak tanggung-tanggung, Rania juga mengadakan seleksi ketat untuk penghuni rumah kos nya. Dari mulai tes tertulis ampe wawancara dilakukan. Pokoknya bisa dibilang Rania benar-benar total dalam menyeleksi calon penghuni rumah kosnya. Dari seleksi itulah kemudian hadir anak-anak kos dengan kelebihan dan kekurangan serta keunikan masing-masing. Semuanya mengaku jomblo dan terindikasi jomblo menurut hasil tes Rania. Mereka adalah Nabila, Vanessa, Roro, Kidung, Zara, Tahlia, Gani, Gillian, Hana dan Sitta. Mereka ada yang berstatus pelajar, mahasiswi sampe karyawan. Selain seleksi ketat, Rania juga memberlakukan peraturan yang gak kalah horor buat jomblo, diantaranya tidak boleh menerima tamu cowok, tidak boleh menerima telepon dari cowok, dan tidak boleh diantar jemput cowok. Jomblo disegala aspek lah. Semua penghuni kos jomblo menerima dengan lapang dada dan ikhlas dengan peraturan tersebut.

Mulai kebayangkan gimana ramenya kalau cewek udah pada ngumpul? Dan itu juga yang terjadi di rumah kos jomblo. Meski sama- sama berstatus jomblo, tapi ternyata mereka punya alasan yang berbeda satu sama lain dengan pilihan jomblo tersebut. Mulai dari alasan syar'i karena pacaran gak ada dalam islam sampe alasan pura-pura jomblo supaya bisa diterima di kos jomblo yang terbilang murah meriah uang kosnya.

Biar dikata jomblo, jangan dikira mereka bebas dari yang namanya galau karena makhluk Tuhan bernama Adam. Satu-persatu penghuni kos jomblo mulai dihadapi dengan konflik status jomblo mereka. Seperti Hanna yang tiba-tiba jatuh cinta sama rekannya dalam proyek menulis novel bareng. Ada Kidung yang diputusin ama pacarnya. Roro yang gak bisa move on dari sang mantan, sampe kekhawatiran akan adanya kutukan "jomblo" karena mereka tinggal di kos jomblo. Iihhh, amit-amit!

***

Novel ini kocak abis. Aseli bikin ngakak. Karakter tokoh-tokohnya bisa unik gitu. Bisa dibilang Dedew jago banget ngumpulin beberapa perempuan berkarakter unik dalam novelnya. Meski masing-masing tidak tergambarkan secara adil porsinya, jalan cerita Sing-Py dapat diikuti dan tidak membingungkan dengan tokoh cerita sebanyak itu.

Bahasa novelnya ringan. Hanya dalam semalam aku bisa melahap habis novel dengan ketebalan 208 halaman ini. Ceritanya mengalir dengan pilihan gaya bahasa gaul ala anak muda zaman sekarang. Jadi, meski salah satu tokoh mengalami permasalahan yang serius, sebagai pembaca aku malah tertawa geli membacanya. Simak aja deh beberapa diantaranya:
1. "Apalah aku nih, hanya serbuk bedak viva di dunia penulisan" (hal 83) 
2. "Aku mah apa atuh, cuma remahan rengginang di kaleng Khonghuan" (hal 90) 
3. "Glen kayak kuda liar Sumbawa, susah dikendalikan" (hal 127) 
4. "Ya, mungkin saja dia nenek sihir dengan tas Hermes. Jangan menilai seseorang dari casingnya" (hal 130) 

Meski isinya kocak, tetap ada bagian-bagian galau romantisnya. Komplit jadinya....
1. " Apa yang terjadi bila dua jadi satu? Sungguh aku tak sedih lagi. Tak sepi lagi. Tapi, tetap ada yang hampa" (hal 141)
2. " Ah, cinta kenapa kau tak kunjung hadir? habiskah rasa yang ku punya di hati?" (hal 144)

Setelah melahap Sing-Py dalam semalam, sebenarnya ada yang sedikit mengganjal di hatiku. Ini tentang Rania. Si Ibu Kos cantik dan muda ini hanya muncul di awal-awal cerita. Selebihnya hanya sekilas saja, namanya sering disebut-sebut tapi keberadaanya hanya sedikit sekali. Padahal rasa penasaranku tentang si Ibu Kos jauh lebih besar dibandingkan tokoh yang lain. Karena latar belakang kegagalan rumah tangganya itu loh. Apakah dia akan menjomblo terus?

Nah, kalau ngomongin fisik novel neh. Tampilan isinya kereennn. Mungkin ini pendapat pribadi, tapi aku suka sekali buku yang sedikit berwarna dan bergambar. Memang ada beberapa yang miss di pengetikan. Ada beberapa kalimat yang aku temui tidak diberi space setelah tanda baca titik, jadi terkesan tidak rapi. Tapi tidak begitu mengganggu sih. Udah gitu, pembatas bukunya juga lucu. Gambar kepala perempuan dengan sanggul tingginya (cover novel).

Meski isinya kocak dan aku bisa tertawa setiap kali mengikuti kisah masing-masing penghuni kos jomblo, novel ini tetap sarat dengan pesan moral. Ada pesan persahabatan dan persaudaraan, berbagi dan motivasi diri khusus buat mereka yang memilih jomblo karena prinsip. Percayalah bahwa jomblo juga bisa mengukir prestasi  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin komentar kamu di sini ^^