Jumat, Mei 2

[Review Buku] Kopi Sumatera di Amerika

Judul : Kopi Sumatera di Amerika
Penulis : Yusran Darmawan
Penerbit : Noura Books
Tebal : 268 hal
ISBN : 978-602-1606-08-7

Jujur, aku harus bilang kalo aku ini iri dengan Yusran Darmawan. Gimana enggak? Hanya karena keranjingan menulis di blog, dia berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke Ohio University, Amerika. Ke Amerika booo' XD~ *for me, maybe it's just a dream ;-)*

Gak tanggung-tanggung, yayasan pemberi beasiswa tersebut adalah Ford Foundation, lembaga yang paling bergengsi dan banyak diincar oleh mereka, para pemburu beasiswa. Trus, apa hubungannya dengan blog? Nah, ini dia yang bikin menarik dan menurutku jadi faktor keberuntungan bagi Yusran. Saat pengiriman berkas permohonan, Yusran juga melampirkan buku-buku karyanya yang sudah terbit, artikel-artikelnya yang pernah dimuat di media massa, dan artikel-artikel yang dia tulis di blog pribadinya (termasuk blog kompasiana) yang jumlahnya... fantastis!

Menurut tim panitia penyeleksi, artikel-artikel tersebut banyak memberikan manfaat kepada pembaca dan karena itulah dia layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut. *Aku juga mauuu...*

***
Kopi Sumatera di Amerika, aku mendapatkan buku ini dengan gratis melalui giveaway di GoodReads *fyi loh ya...*


Awalnya aku berpikir buku ini akan banyak ngomongin tentang seluk beluk kopi. Yah, dari judul kan bisa ditebak. Ternyata aku salah. Buku ini bisa dikatakan sebagai diary dari seorang Yusran Darmawan yang berisi opini, cerita-cerita unik, menarik, tak terduga yang berhasil dirangkum dan ditulis dengan sangat indah tentang hal-hal dan kejadian-kejadian yang dialaminya selama berada di Amerika dari sudut pandang yang berbeda.

Sudut pandang yang unik inilah yang kemudian -masih menurutku- menjadi nilai plus dari buku ini. Kemampuan Yusran melihat suatu hal dari sudut pandang yang tak biasa membuat pembaca memiliki kesan "berbeda" tentang Amerika setelah membacanya.

Bahasa Inggris Hancur, Cumlaude di Amerika (hal 11). Percaya gak, bahwa ternyata untuk bisa kuliah di Amerika itu gak perlu khawatir dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan. Buktinya, Rhenald Kasali yang mendapatkan Master dan Ph.D di Amerika mengaku tidak bisa berbahasa Inggris saat lulus dari UI. Begitu juga halnya dengan penulis yang juga mengaku memiliki keterbatasan dalam berbahasa. Tapi keterbatasan berbahasa tersebut tidak membuat mereka menyerah. Prestasi mereka justru berada di atas rata-rata.
Bahasa Inggris hanyalah alat untuk menyampaikan ide. Bahasa hanyalah tol agar kendaraan gagasan bisa meluncur di lalu lintas ide. Sebagai alat, bahasa bukanlah segala-galanya. Kemampuan serta keberanian adalah yang utama... (hal 15)
Ada Indonesia di Negeri Paman Sam (Bag. Dua). Percaya deh, di bagian ini mendadak kita akan bangga jadi orang Indonesia. Siapa sangka, meski dengan kondisi bangsa yang saat ini yaa.. you know lah what i meant, ternyata Indonesia sangat dicintai oleh bule-bule Amerika sana. Saking cintanya, mereka sampai belajar dan mendalami kebudayaan kita yang heterogen ini dengan sepenuh hati, gak setengah-setengah. Terharu banget kan? Ketika orang-orang di luar sana rebutan belajar tari bali, bermain gamelan, bermain angklung, belajar pencak silat dan lainnya tentang Indonesia, kebanyaan pemuda kita malah asyik bergaya kebarat-baratan.

Tak hanya kebudayaan kita saja. Seperti yang menjadi judul buku, kopi Indonesia juga punya tempat di Amerika. Di gerai gerai kopi di sana, mereka menyebutkan bahwa kopi terbaik mereka berasal dari Sumatera, Aceh, Bali, dan Toraja. Indonesia emang keren banget *terharu*

Bagian yang terus-terusan membuatku tersenyum adalah ketika Yusran mengemukakan pendapatnya tentang dua tokoh besar yaitu Presiden Barrack Obama dan Presiden SBY. Meski sama-sama presiden, apa yang kemudian diungkapkan Yusran menjadi pembeda antara keduanya ikut aku aminkan. Beda gimana? Secara gamblang semuanya diutarakan Yusran pada bagian Presiden Obama Versus Presiden SBY (hal 117).

Terakhir, aku tidak bisa mengabaikan kisah satu ini. Sebuah kisah perjalanan cinta Michael dan Hannah yang nyaris membuat mataku berkaca-kaca dan tak mampu berkata-kata. (Teka Teki Cinta di The Ridges, hal 229)

Secara keseluruhan semua cerita Yusran di buku ini sangat menarik dan sayang untuk dilewati. Dilengkapi dengan dokumentasi yang sempat terekam selama penulis bwrada di Amerika menjadi pelengkap cerita dan daya tarik tersendiri. Ada bagian-bagian yang menjadi catatan tebal di setiap cerita, seolah menjadi pesan singkat dari cerita yang disampaikan. 

Ada quote menarik menurutku sangat menarik, sampai-sampai aku menuliskannya di sebuah catatan kecil, begini bunyinya:

Dunia takkan pernah peduli dengan capaian akademis seseorang. Kehidupan hanya akan mencatat sejarah tentang mereka yang mengasah diri, meletakkan kebahagiaan orang lain sebagai tujuan hidup, serta melakukan sesuatu bagi masyarakat banyak (hal 163)
Buku yang sangat menarik dan penuh inspirasi :) *4/5 bintang dariku*

14 komentar:

  1. saya pikir itu juga ttg selak beluk kopi, jd penasaran dgn isi keseluruhannya,

    BalasHapus
  2. wah pantesan pas kebetulan lagi tugas dines ke Amerika bulan lalu pas masuk ke kape, pelayannya nawarin kopi sumatera...terbersit rada bangga dalam hati,langsung deh pesen kopi itu...;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh... udh nyampe Amerika juga ya :)))

      Hapus
  3. Bukunya menarik dan karena diulas dg menarik jadi membuat penasaran nih. :)
    Oya selamat yaa... berhasil mendapatkan buku secara gratis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, makasih mbak reni :)

      Hapus
  4. saya juga lagi pegang buku ini, mba..langsung jatuh uang ke kasir berkat judulnya yang menggoda hehehe betewe..yg jelous ga cuma Mba aja koq, para blogger seperti saya pasti bakal ngiri abis-abisan sama penulis Yusran!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, yaahh mudah2an kita bisa nyampe sono juga ya mbak :)

      Hapus
  5. Semua usaha kita baru bernilai jika orang lain menjadi bahagia...
    Quote yg dalem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget :)
      Salam kenal... makasih sdh berkunjung dimari..

      Hapus
  6. Sepertinya saya juga sedikit berbangga karena mungkin juga itu kopi ane. Hehe.

    BalasHapus
  7. itu beneren? makin kagum aja sama indonesia:)
    btw salam kenal yaaa, singgah ke blog:)

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^