Kamis, April 17

Kepiting Soka dan Bertemu Zeki

Hari ini, aku mendapat tugas mendampingi tamu dari Dinas Perikanan Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara untuk melakukan studi banding dan wawancara mengenai tehnik budidaya kepiting soka yang berkembang di Medan. Dari kemaren udah seharian di lapangan, mulai dari survei lokasi sampai lobi ke pemilik usaha budidaya kepiting soka yang ada di Kelurahan Paya Pasir agar bersedia dikunjungi dan diwawancarai. Alhamdulillah, di bagian ini semua berjalan lancar karena aku dibantu oleh Bapak Salman Sirait, salah seorang ketua Pokdakan dan juga Bapak Ponidi, penyuluh perikanan swadaya Kota Medan. *Haduuuhhh, thank you very much dah Bapak2 semua, gak kebayang kalau harus menjalaninya sendirian :)*

Usaha budidaya kepiting soka yang akan dikunjungi adalah usaha budidaya milik Pak Ramli. Beliau menyambut positif kunjungan studi banding ini. Dan menurut beliau, banyak juga mahasiswa perikanan yang melakukan riset di tempatnya. Widiihh, lancar2 aja jadinya..

Area Budidaya Kepiting Soka Pak Ramli
Dan hari inilah eksekusinya. Pukul 10 lewat aku udah ada di lokasi, ngobrol-ngobrol sama istri Pak Ramli yang kebetulan lagi meracik pakan untuk kepiting soka. Pakan yang diberikan adalah ikan rucah, biasanya dibeli dengan kisaran harga 3 ribu sampai 4 ribu rupiah per kilo.

Tiba-tiba ponselku berdering, tertera di layar nama Bapak Kasi Budidaya di kantor. Beliau beserta rombongan tamu sudah mendekati lokasi, minta bantuan rute jalan. Aku membantu rute jalan via telp. Setelah merasa penjelasanku cukup, aku di minta menunggu di jalan besar. Aku juga langsung menghubungi Pak Salman dan Pak Ponidi. Pak Ponidi langsung tiba di lokasi tidak lama kemudian. Bersama Pak Ponidi aku menunggu di jalan besar, gak lama rombongan pun tiba. Ternyata tidak sebanyak yang aku bayangkan. Mereka hanya menggunakan satu mobil, ada 4 orang. Sementara pendamping dari Dinas ada 3 orang di mobil yang lain. Tamu yang datang terdiri dari 3 pria dan satu wanita. Yang wanita terlihat masih muda dan cantik. Aku menjabat tangan mereka satu persatu sambil mempersilahkan mereka menuju lokasi. 

Sampai di sini gak ada yang aneh. Semuanya berjalan normal sampai kami tiba di kediaman Pak Ramli. Para tamu dan rombongan kantorku saling kenalan dengan pemilik usaha. Gak lama Pak Salman menyusul ke lokasi. Bincang-bincangpun terus berlanjut. Wawancara mengenai tehnik budidaya kepiting soka ini dilakukan dengan santai. Meski begitu, jelas terlihat kalau para tamu sangat tertarik dengan budidaya kepiting tersebut. Sambil mengambil gambar, aku kembali berpapasan dengan tamu wanita. Dia tersenyum ramah, aku balas senyum sambil mengangguk. Daannn...

"Liza kan?" Tanyanya
"Haaaa??" Aku kaget. Dia mengenaliku. Dia kemudian tertawa.
"Kan betul, dari tadi loh aku udah yakin kali kau tuh liza. Dari tadi udah mau negur, tapi pas ku tengok reaksimu diam aja aku jadi ragu hahahaha" dia mulai nyerocos dengan logat medan khas sambil menjabat lagi tanganku erat. Aku mencoba membuka file2 memoriku dengan cepat, mencoba mengingat, dan akhirnya aku ikut tertawa.
"Zeki?? Ya Ampuuunnn Zeekiiii....hahahaha" Kami pun berpelukan. *Aisshhh...lebay. Gak penting banget ya kan hahahaha XD~*

Zeki ini adalah teman kuliahku. Kami berbeda jurusan, tapi satu angkatan dan lumayan dekatlah. Sering ikut kegiatan luar kampus bareng. Dan kami sama2 perantauan waktu kuliah di Pekanbaru dulu. Zeki berasal dari Sumatera Utara juga. Sebuah kebetulan yang menyenangkan hahahaha :) 

Aku dan Zeki


Zeki kemudian mengenalkanku pada rekannya yang juga ternyata seniorku di Jurusan Ilmu Kelautan. Oohh My God, kadang2 dunia emang selebar daun kelor hahaha. Obrolan semakin seru. 

Jadi menurut Zeki, di daerahnya sana sektor perikanan masih sebatas pada bidang penangkapan. Sementara untuk budidaya sendiri masih belum berkembang. Karena itu mereka ingin mengenalkan tehnik budidaya kepiting soka ini ke masyarakatnya. 

Kepiting soka dikenal juga dengan kepiting lunak karena cangkangnya yang lunak. Budidaya kepiting soka sangat menjanjikan mengingat tingginya permintaan dan minat konsumen pada kuliner yang satu ini. Menurut Pak Ramli, dia membeli bibit/benih kepiting soka yang sudah berumur 8-10 hari. Harga anak kepiting ini 75 ribu per kilo. Nantinya kaki dan capit pada anakan ini akan digunting. Yang ditinggalkan hanyalah kaki renangnya saja. Sekitar 15 hari kemudian, kepiting akan mengalami moulting/ganti kulit. Akan terbentuk kaki-kaki baru dan capit baru yang lunak. Nah, kepiting sudah bisa dipanen. Selama masa pertumbuhan sampai panen itu, menurut Pak Ramli dibutuhkan pakan ikan rucah 3 kg untuk tiap 1 kg kepiting soka. Harga jual kepiting soka mencapai kisaran 150 rb per kilo. Di musim2 tertentu, seperti pada saat imlek harga kepiting soka bisa menjadi dua kali lipat loh. Hayooo... mendadak kepengen jadi pengusaha kepiting soka neh :)

Berikut aktifitas pekerja yang mengguntingi kaki dan capit pada anakan kepiting ^0^




Dan inilah kepiting soka yang telah dipanen itu, cangkangnya sangat lunak. Dan capitnya juga tidak bisa mencubit lagi ^0^

Harus disusun rapi sebelum dikirim ke restoran dan hotel yang memesan.
Jika disusun asal, kepiting bisa rusak dan harga jualnya jadi turun



Benar-benar sangat menggiurkan :)
Nah, setelah melihat, wawancara narasumber dan mengambil dokumentasi tentang si kepiting soka ini, tibalah saatnya mencicipi seperti apa sih rasanya?? Yuukk...mariii


Hari ini senaaaang banget, capeknya gak berasa. Alhamdulillah :)) Cukup sekian dulu ya cerita hari ini, sampai ketemu lagiiii ♥♥


12 komentar:

  1. Ah senengnya ketemu dg teman lama? Kok bisa sampai pangling gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa... karena udh hampir sepuluh tahun gak ketemu mbak hehehe
      Udh byk yg berubah :)))

      Hapus
  2. Untuk kepiting soka ini karna semuanya Lunak apakah bisa di makan semuanya,,,,
    Mantap kayaknya apabila dimasak dengan Saus Tiram,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, bener banget. Bisa dimakan semuanya... Whuaaa, kepiting saus tiram? Maknyusss keknya :)))

      Hapus
  3. dimana tu jual kepiting lunakitu, resto nya ada dimana
    aku nanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kelurahan paya pasir kecamatan medan marelan, ada kolam pancing plus rumah makan yg nyediain menu kepiting soka krispi..

      Hapus
  4. Mbak bole mnta skilas informasi tempat n' cp dri t4 budidaya kpiting soka.a? Soal.a mw pnelitian tntang it. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lokasi cerita di atas di kelurahan paya pasir kecamatan medan marelan. Kalau mbak tertarik, mbak bisa ke kantor lurah paya pasir dan bertemu pak ponidi. Beliau kepling di sana.
      Silahkan tinggalkan email klo mbak mau cp Pak Ramli (pembudidaya kepiting soka dlm cerita saya di atas)
      Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  5. Mbak bole mnta skilas informasi tempat n' cp dri t4 budidaya kpiting soka.a? Soal.a mw pnelitian tntang it. :D

    BalasHapus
  6. halo.. saya sedang mencari bibit yg masih sangat kecil kira2 seukuran 2-3cm bisa dibantu? mohon sekiranya info ke imel saya di olraitman@gmail.com
    terimakasih :)

    BalasHapus
  7. Jual keranjang kepiting untuk penggemukan,ternak dan budidaya kepiting bakau,soka DLL.kami adalah satu2 nya penjual di indonesia yg menyediakan peralatan budidaya kepiting.
    Hub.085813236388,087854888541

    BalasHapus
  8. Minta alamat toko jual keranjang kepiting nya. Donk

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^