Jumat, Juli 12

[Review Buku] Udah Putusin Aja



Bismillahirrahmaanirrahiim…

Ada yang gak kenal Felix Siauw? Sebenarnya aku juga terbilang baru mengenal ustadz muda satu ini. Itu juga setelah aku menjadi followernya di twitter. Ada yang menarik dengan sosok beliau di mataku. Selain masih muda, pintar, berkicau dengan humor, gaya dakwah yang bikin #jleb, ustadz felix Siauw ternyata juga mualaf. Menjadi menarik karena ini berhubungan dengan pengalaman spiritual. Menurutku keputusannya menjadi muslim bukan tanpa sebab. Dan itu yang awalnya bikin aku penasaran sampe ada beberapa video beliau ceramah yang aku download.

Cukup dah muqaddimahnya :)



Judul buku: Udah Putusin Aja
Penulis: Felix Y. Siauw
Penerbit: Mizania
ISBN: 978-602-9255-43-0


Kali ini aku mau sharing sedikit tentang buku beliau yang barangkali udah gak asing lagi. Dan barangkali pula juga udah dibaca oleh teman-teman blogger. Bukunya berjudul Udah Putusin Aja. Aku yakin banget, bahkan sangat yakin judul ini diambil dari tagar materi kultwit beliau yaitu #UdahPutusinAja. Jadi sebenarnya sebelum baca bukunya, aku udah beberapa kali membaca kicauan beliau tentang special relationship antara 2 insan berlainan jenis kelamin sebelum pernikahan. Emang, harus aku akui setiap mengikuti tweet2nya, efeknya tuh berasa ditampar. Disampaikan dengan humor dan bergaya ABG, tapi tetap aja nyusuk :)

Keprihatinan akan pergaulan remaja dewasa ini yang sangat bebas adalah alasan kenapa buku ini lahir. Ustadz Felix Siauw mencoba memberi nasehat dengan menulis buku ini. Buku Udah Putusin Aja ini ibarat kompor buat manas-manasin mereka yang masih kekeuh mempertahankan hubungan pacaran mereka yang gak jelas. Apalagi masih ABG, bisa dikatakan masih cinta monyet. Masing-masing belum kepikiran dengan sebuah pernikahan, kewajiban dan tanggung jawab di dalamnya. Nasehat yang disampaikan juga bukan asal-asalan, karena setiap pemaparan yang beliau sampaikan disertai dengan dalil baik dari Al Quran maupun hadist. 

Kesimpulannya, Islam sebenarnya sangat concern memperhatikan hubungan dua insan manusia yang berlainan jenis kelamin tersebut. Karena itulah ada pernikahan. Jadi hubungan yang sesuai syariat itu ya melalui jalur pernikahan. Adapun tahapan-tahapan menjelang ke sana juga dijelaskan dengan sangat detail, salah satunya melalui proses ta’aruf (mengenal calon) yang kalo sekarang identik dengan pacaran. Padahal keduanya (ta'aruf dan pacaran) itu berbeda. Salah satu bedanya mungkin di dalam proses ta’aruf gak ada yang namanya mojok berdua, jalan bareng berdua sampe nonton bioskop berdua. Dibagian ini emang kerasa banget tamparannya :)

Buku ini juga jadi menarik karena visualisasi isinya beda dari kebanyakan buku-buku bertema sama di pasaran. Lihat aja neh penampakan isi bukunya. Remaja banget kan???
Lebih mirip komik :)

Meskipun begitu buku ini tetap bisa disantap oleh siapa saja, bahkan mereka yang sudah dewasa dan menginginkan sebuah hubungan yang serius. Buku ini bisa jadi referensi. Gak Cuma buat mereka yang memang kadung punya pacar dan pengen dapat pencerahan, bahkan yang jomblo juga boleh membaca buku ini kok (tuh kan kena lagi)

Okelah, buat yang penasaran bisa langsung hunting bukunya di toko buku terdekat :)

3 komentar:

  1. gak hanya dalam bermuamalah (hubungan sesama manusia), dalam bernegara saja di sini banyak gak sesuai syariat. dan seharusnya sesuatu yg gak sesuai syariat itu mesti diputusin, tapi pak esbeye masi aja gak berani mutusin hubungan itu

    BalasHapus
  2. Penyajiannya cocok banget ya utk remaja

    BalasHapus
  3. bagus itu, akan tetapi sebelum, mohon maaf sekedar sebagai bahan tambahan bisa baca dulu "Mitsaqan Ghalidza; Indahnya pacaran dalam Islam... bisa kunjungi http://hudzah.blogspot.com/2013/08/siapa-bilang-pacaran-itu-haram-sudah.html

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^