Jumat, Mei 31

Wisata Religi Ke Mesjid Azizi Tanjung Pura



Alhamdulillah...

Sabtu, 11 Mei 2013 kemaren aku berkesempatan mengunjungi Mesjid Raya Tanjung Pura, Mesjid Azizi. Mesjid ini merupakan saksi sejarah dari Kesultanan Langkat. Saat ini selain sebagai tempat beribadah mesjid ini juga merupakan salah satu tempat yang menjadi tujuan para pelancong baik dari dalam kota maupun luar kota. Hal ini karena di dalam kompleks mesjid terdapat makam para sultan dari Kesultanan Langkat dan makam salah seorang sastrawan/penyair Indonesia angkatan Pujangga Baru, Tengku Amir Hamzah.
Saat memasuki area mesjid, langkah kakiku pertama sekali tertuju pada makam Tengku Amir Hamzah. Seorang Bapak menghampiriku dan tersenyum ramah. Dia hanya berkata, “beliau ditemukan tewas..” saat aku memastikan apakah benar Tengku Amir Hamzah tewas karena dibunuh. Bapak tersebut yang pada akhirnya aku ketahui bernama Pak Zulkarnain kemudian mengajakku berkeliling makam sambil sesekali bercerita. “Tengku Amir Hamzah sendiri adalah menantu Sultan” katanya menjelaskan. “Dia meninggal di usia yang sangat muda, 35 tahun” katanya lagi.

Image and video hosting by TinyPic
Di batu nisan tertulis beliau lahir pada tahun 1911, wafat di tahun 1946 di usia yang sangat muda 35 tahun





Image and video hosting by TinyPic
"Biarlah daku tinggal di sini, Sentosa diriku disunyi sepi, Tiada berharap tiada berminta, Djauh dunia di sisi Dewa"
Kemudian kami berhenti pada area pemakaman yang lain. Letaknya tepat di sisi barat mesjid. “Ini makam para sultan dan keluarganya” Pak Zul menjelaskan. Setelah itu Pak Zul mengajakku memasuki mesjid. Bangunan mesjid didominasi warna kuning dan hijau, warna yang sangat khas pada kebudayaan melayu. “Sejarah mencatat bahwa pembangunan mesjid ini berlangsung selama 18 bulan..” Pak Zul menjelaskan dengan wajah takjub. Yah, waktu yang tidak singkat tentunya. “Mesjid ini memiliki pintu sebanyak 11, dengan 3 pintu bukaan 2” katanya melanjutkan. 

Image and video hosting by TinyPic
Makam para Sultan



Aku memandang berkeliling, Pak Zul berlahan meninggalkanku sendiri yang masih merasa takjub dengan arsitektur mesjid serta kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding mesjid. Mimbar tempat khatib menyampaikan khutbah setiap sholat jumat terlihat berdiri megah di sisi kanan belakang posisi imam. Lampu hias yang menggantung mengundang decak kagum karena terlihat sangat tua dan antik. Berkali-kali hamdalah dan tasbih terucap dari lisan ini, mendadak diri menyadari betapa ternyata aku begitu kecil dihadapanNya..

Arsitektur Mesjid
Tulisan Arab Melayu di atas berbunyi:
Mesjid ini didirikan oleh Tengku Haji Musa (Sultan Langkat) pada tahun 1296 H.
Oleh Tengku Abdul Aziz Sultan Langkat pada tahun 1320 mesjid ini diperbaiki seperti
keadaannya pada waktu ini dan diberi nama Mesjid Azizi.
Oleh ahli waris almarhum Tengku Aziz, batu peringatan diperbuat sebagai tanda terima kasih atas jasa dari
pendiri Mesjid Azizi (Al Fatihah)
Tanjung Pura, 31 Rabiul Awal 1373 H/ 19 November 1953

Meski enggan, waktu juga yang membawaku meninggalkannya. Semoga di lain kesempatan bisa berkunjung ke sini lagi.

10 komentar:

  1. 25 tahun di binjai, tp gk pernah ke situ, mungkin klo ada umur panjang kali ya... :)

    BalasHapus
  2. masjidnya terlihat begitu nyaman :)

    BalasHapus
  3. wisata sejarah + wisata rohani

    BalasHapus
  4. Aku sepakat bahwa arsitektur masjid itu bagus sekali,,, :)

    BalasHapus
  5. wah keren dan sangat megah

    BalasHapus
  6. indah dan megah banget deh

    BalasHapus
  7. lama saya gak Blog Walking. Apa kabar?
    Selamat berakhir pekan ya :)

    BalasHapus
  8. wisata rohani, bisa menjadi inspirasi

    BalasHapus
  9. wisata religi bisa menjadi pembelajaran akan sejarah-sejarah dan budaya Islam di jaman lampau...salam :-)

    BalasHapus
  10. hadir lagi menikamti wisata religi :-)

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^