Minggu, Maret 10

TAMPIL KEREN DENGAN YAMAHA



Baru-baru ini Yamaha kembali mengeluarkan produk terbarunya lho, Yamaha Xeon RC.  Motor matic dengan kapasitas mesin 125 cc dan teknologi YMJET-FI ini membuat Xeon RC bisa bergerak lebih cepat dan lincah di jalanan. Ini karena teknologi YMJET-FI dapat menaikkan tenaga menjadi 11,4 PS dan meningkatkan torsi menjadi 10,4 Nm. Bodynya apalagi, keren abis. Xeon RC didesain mirip dengan pesawat tempur yang memiliki lekuk-lekuk tajam berbentuk segitiga. Bikin falling in love at the first sight daah. Cocok dengan jargonnya “Semakin tak terdandingi”.

Lebih lengkap, seperti inilah spesifikasinya: 

MESIN

Tipe mesin: 4 Langkah, 2 Valve SOCH, Berpendingin cairan.
Jumlah/Posisi silinder: Cylinder tunggal
Volume silinder: 124,86 cm3
Diameter x langkah: 52,4 x 57,9 mm
Perbandingan kompresi: 10,94 :1
Daya maksimum: 11,4 PS (8,4 KW) / 9000 rpm
Torsi maksimum: 10,4 N.m (1,06 kgf.m) / 6500 rpm
System starter: Electric starter dan Kick starter
System pelumasan: Basah
Kapasitas oli mesin: Total: 0,90 Liter / Perawatan berkala: 0,80 Liter
System bahan bakar: Fuel Injection System (YMJET-FI)
Tipe kopling: Kering, Kopling sentrifugal
Tipe transmisi: V-belt otomatis
Pola pengoperasian transmisi: Otomatis

DIMENSI 
 P x L x T: 1855 x 700 x 1070
Jarak sumbu roda: 1265 mm
Jarak terendah ke tanah: 135 mm
Tinggi tempat duduk: 760 mm
Berat isi: 101 kg
Kapasitas tangki bensin: 3,8 Liter

KELISTRIKAN 
Sistem pengapian: TCI (Transistor Control Ignition)
Battery: YTZ5S
Tipe busi: NGK/CR7E

RANGKA 
Tipe rangka: Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Unit Swing, Suspensi Tunggal 
Ban depan: 70/90-14 M/C 34P
Ban belakang: 90/80-14 M/C 49P
Rem depan: Cakram
Rem belakang: Tromol

Jreng.. jreng.. jreeengg... Ini nih penampakannya! 

 
Jadi pengen merasakan berada di atasnya… :)), Oya, ngomong-ngomong nih ya kalau cerita soal Yamaha, sebenarnya aku punya pengalaman sendiri lho. Pengalamanku ini bukan dengan Xeon RC, tapi dengan Yamaha Mio sekitar 2 tahun yang lalu.
PENGALAMANKU BERSAMA YAMAHA
Dulu-dulunya aku tuh gak bisa mengendarai sepeda motor. Ciyuuss?? Ho oh, beneran. Tapi sekarang Alhamdulillah udah bisa. Kalo diingat-ingat lucu juga. Karena mendadak dapat tugas di lapangan, mau gak mau aku harus bisa mengendarai sepeda motor. Galau dah jadinya. Soalnya jauh sebelum ditugaskan di lapangan, aku udah coba berlatih lho, dan selalu gagal. Waktu itu adik laki-lakiku Fachmi yang membantuku belajar mengendarai sepeda motor dengan menggunakan sepeda motor miliknya, Yamaha Jupiter MX. Apa karena body ku yang kecil atau karena itu sepeda motor cowok aku juga gak tau, yang jelas aku gak pernah berhasil membuat posisi seimbang setiap kali sepeda motor melaju dengan lambat (di saat-saat sepeda motor akan bergerak dan ketika akan berhenti/direm). Nyaris beberapa kali terjatuh. Tapi karena kebetulan si adik di boncengan always ready, jadinya ya gak sampe jatuh beneran.

Yamaha Jupiter MX milik Fachmi. 
Kali pertama belajar naik sepeda motor ya menggunakan si biru ini.

Syukurnya galauku gak berlangsung lama. Fachmi mengusulkan supaya aku membeli motor matic aja. Menurutnya, mengendarai matic sama seperti bersepeda. Bedanya kita gak repot gowes. Semua kendali ada di tangan. Sepertinya gak serumit mengendarai sepeda motor miliknya. Akupun menyetujuinya.
Memilih-milih motor matic juga gak gampang ternyata. Karena aku benar-benar “buta” soal spesifikasi mesin pada sepeda motor. Rekomendasi datang lagi-lagi dari Fachmi. Menurutnya Yamaha Mio Sporty cocok buatku. Alasannya buanyaaak. Mulai dari body nya yang ramping khas cewek banget, tapi tetap sporty sehingga oke juga dikendarai cowok. Udah gitu mesinnya yang berkapasitas 113 cc menurut Fachmi cukup bertenaga. Dan…. pangsa pasarnya juga cukup sukseslah serta merupakan pembuka bagi populernya “matic lain” di Indonesia. Aku cuma mangut-mangut aja waktu itu sambil ngebayangin seberapa keren sih?? Rasa penasaranku pun terjawab gitu nyampe showroom, whuaaa Yamaha Mio Sporty yang dimaksud tuh keren banget, aku jatuh cinta beneran daah.

 Ini Mioku, namanya Maroon sesuai dengan warnanya.

Gak butuh waktu lama buatku belajar mengendarainya. Menurutku Maroon juga sangat bersahabat. Nyaman banget saat berada di atasnya. Rasanya ringan dan aku bisa menyeimbangkan posisi tubuh jika Maroon melambat lajunya. Gak nyampe sebulan berlatih, dan saat lisensi dari Kepolisian keluar (baca: SIM) aku sudah berani membawa Maroon ke jalan raya. Sekarang aku gak khawatir lagi bertugas di lapangan. Sudah dua tahun Maroon menemani perjalananku, setia banget. Rekan-rekan cowok di kantor juga awalnya merasa kaget. “Kamu ke kantor naik motor?” Tanya mereka seakan gak percaya. Bukan tanpa alasan loh, sekedar informasi aku tuh tinggal di kota Binjai, berkantor di kota Medan. Bahkan aku harus melewati satu kabupaten loh untuk bisa mencapai kantor dan itu aku jalani bersama Maroon
Suka duka selama mengendarai Maroon tuh gak kehitung lagi. Aku ingat waktu musim hujan dan beberapa ruas jalan banjir, Alhamdulillah Maroon bisa tetap melaju melewatinya. Belum lagi kalau harus melalui beberapa titik persimpangan yang memang rawan macet di Medan. Aku gak perlu lama menunggu, karena body rampingnya Maroon tetap bisa melesat di antara antrian kendaraan wuss..wuss..wuussss... dan akhirnya aku dan Maroon bisa berada di depan. Tuh kan, selama bersamanya hari-hariku makin suka-suka.
  
Rasa-rasanya tak berlebihanlah kalau sebagai konsumen baik aku dan adikku sangaaaat puas dengan produk-produk Yamaha. Karena bersama Yamaha kita jadi lebih keren, lebih cepat dan tentunya semakin tak tertandingi.



Sumber tulisan: 
1. Xeon RC
2. Spesifikasi Xeon RC 

16 komentar:

  1. lucu ceritanya kawan :) hehe .. visit dan koment ya di http://yogamaha.blogspot.com/2013/03/yamaha-vs-bungkus-kopi.html

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. maroon gitu loh mbak hehehehe

      Hapus
  3. Suka yang biru mbak... hehe :)

    Semoga menang ya.

    BalasHapus
  4. Aku sudah lama gak naik motor sendiri hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku malah udah lama gak dibonceng lagi :)

      Hapus
  5. wah mio.. saya suka naiknya :D

    BalasHapus
  6. wah ikut kontes juga nih, semoga menang deh :)
    kalau aku pribadi lebih suka naik vespa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih.. Vespa Lover yaa

      Hapus
  7. Dija suka yang merah...
    hehheee

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^