Minggu, Desember 30

5 cm; Tentang Nasionalisme, Persahabatan dan Cinta

Gambar dari sini

Seminggu yang lalu aku memutuskan mengisi liburan dengan menoton. Pilihanku jatuh pada film 5 cm. Film bertemakan nasionalisme ini disutradarai oleh Rizal Mantovani.

Jauh sebelum menonton filmnya, sebenarnya aku sendiri sudah membaca novelnya. 4 tahun yang lalu, temanku Arfa merekomendasikan novel karya Donny Dhirgantoro ini dan berkata kalau aku akan jatuh cinta pada Indonesia setelah membacanya. Dia tidak salah. Waktu itu aku benar-benar tersihir dengan indahnya alam Indonesia yang dideskripsikan dengan sangat menarik oleh penulisnya.

5 cm bercerita tentang persahabatan 5 anak manusia, Genta (Fedi Nuril), Iyan (Igor 'Saykoji'), Arial (Denny Sumargo), Riani (Raline Shah) dan Zafran (Herjunot Ali) yang tentunya memiliki karakter dan sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Cerita persahabatan mereka digambarkan dengan sangat menarik, sehingga aku berkesimpulan bahwa mereka satu dengan yang lainnya sangat dekat dan intim. Meski masing-masing memiliki kesibukan sendiri-sendiri, toh mereka selalu mempunyai waktu untuk berkumpul bersama, saling bercerita dan bercanda.

Hingga pada suatu hari di saat ke-5 nya sedang berkumpul di rumah Arial, muncullah ide gila dari Genta. Dia merasa kebersamaan mereka sudah mencapai batas kejenuhan karena intensitas pertemuan mereka yang sangat rutin. Karena itu dia menawarkan sebuah ide yang awalnya tidak bisa diterima oleh teman-temannya. Ide yang dianggapnya dapat memperbaiki kualitas persahabatan mereka. Ide tersebut adalah mereka tidak boleh bertemu selama 6 bulan. Tidak hanya itu, mereka juga tidak boleh berkomunikasi lewat telepon, pesan singkat atau alat-alat komunikasi lainnya. 6 bulan setelahnya Genta berjanji akan menyiapkan sebuah surprise untuk sahabat-sahabatnya yang tidak akan mereka lupakan seumur hidupnya. Tapi waktu 6 bulan terlalu lama bagi teman-temannya yang merasa ide Genta sangat keterlaluan. Akhirnya tawar menawar terjadi dan disepakatilah waktu 3 bulan bagi mereka untuk tidak bertemu dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Selama masa-masa tanpa kebersamaan itulah masing-masing mereka mencoba menyelesaikan masalah-masalah mereka sendiri. Iyan mulai serius untuk menyelesaikan kuliahnya. Arial yang pemalu mencoba “nembak” cewek yang dia taksir, Zhafran mati-matian berusaha mendapatka cintanya Dinda (Pevita Pearce) adiknya Arial, Riani mulai memikirkan tentang orang yang selama ini diam-diam disukainya dan orang itu adalah salah satu dari 4 sahabat prianya, dan Genta kelihatan berhasil dengan beberapa proyek di kantornya. Hingga waktu yang disepakati tiba. Ke-5 nya bertemu dalam sebuah kejutan yang tak kan pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Jujur saja, karena membaca novelnya sendiri sudah lama banget, aku jadi tidak begitu ingat dengan detail perjalanan mereka dalam surprise yang dijanjikan Genta. Aku hanya merasa sedikit miss di adegan sebuah makam. Tapi detailnya seperti apa di novel, aku juga gak begitu ingat jadi aku mencoba menikmati saja jalan cerita di filmnya. Film ini layak diapresiasi menurutku. Keindahan alam Indonesia yang tervisualisasi dari layar benar-benar membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta pada keindahannya. Luar biasa indah. Belum lagi saat kelimanya berada di puncak Mahameru, benar-benar seperti berada di atas awan. Dahsyat! Bikin merinding ketika melihat bendera merah putih bisa berkibar di puncak tertinggi Jawa. 

Selain keindahan alam Indonesia, cerita tentang persahabatan kelimanya juga meninggalkan kesan yang mendalam. Belum lagi bagaimana kemudian cinta yang selama ini terpendam akhirnya bermuara pada orang yang 'tepat'. Beruntung sekali rasanya bisa memiliki sahabat seperti persahabatan Zhafran cs di 5 cm. Sahabat yang menjadi tempat berbagi cerita, sahabat yang bisa saling mendukung dan memotivasi, sahabat yang akan menjadi saudara selamanya.

29 komentar:

  1. #Bismillah, smeoga comment kali ini sukses

    Ikut bangga dengan film 5cm, menambah daftar film yg bermutu di negeri ini. Film idealnya kan gak hny sebuha tontonan tapi jg ada nilai2 moral dan kabaikan yg bsia dipetik kan? #sok bijak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, paling gak jadi makin cinta sama negeri ini dan bersyukur bisa mempunyai sahabat.. :)

      Hapus
  2. setelah nonton filmnya, pengen ndaki Semeru juga ga Za? ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, iyaa sih tapi rada khawair juga sanggup gak ya ampe ke puncak. Thanks Yank udah mampir dimari :)

      Hapus
  3. gara-gara 5 cm saya pengen banget za bisa naik gunung.huhuu...

    aku juga daha lama banget kelar novelnya, d film justru d endingnya aja baru ktangkep maksud 5 cm ny itu apa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha..
      Ternyata bisa gantungkan mimpi itu 5 cm dari mata, biar terlihat terus :)

      Hapus
  4. saya belum sempat nonton filmya, juga belum baca bukunya.. yang konon kabarnya laris manis :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa diagendakan itu mas, at least bc novelnya :)

      Hapus
  5. Menambah pengetahuan ya..
    terimakasih..
    Berkunjung juga ya sesekali ke blog ku..
    rengga-tikus.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Aku juga sudah lama sekali baca novel 5cm ini. Jadi ceritanya juga gak inget secara detil... tapi secara keseluruhan aku sangat suka novelnya. Tapi... aku beluum nonton filmnya. Sekarang sih penasaran pengen liat filmnya deh.

    BalasHapus
  7. info yg sangat bermanfaat
    thanks atas infonya ditunggu kunjungan baliknya :D

    BalasHapus
  8. entah kenapa, sebagus2'a film indonesia paling aku suka cuma " Jakarta Magrib aja " yg tidak terkenal di negeri sendiri tp sangat terkenal di Festival Film Korea

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, aku malah baru dengar tuh...

      Hapus
  9. udah baca bukunya dulu banget. menurut saya pesannya bagus tapi biasa aja plotnya :)
    Filmnya bagus gak ya? belum nonton sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sachi dari Medan? Asik :)
      Sebelah mana Medannya? Acara saya di sekitar UMSU. Kira-kira dekat kah?

      Hapus
    2. Iyaaa.. :)
      aku tinggal di Kota Binjai, kerja di Medan. Hmm.. sekitar 1-1,5 jam lah dari Binjai. Aku tau tuh UMSU, yang di Sisingamangaraja kan? kalo hari sabtu-minggu gak ada halangan, aku samperin deh :)

      Hapus
  10. Sebuah kisah cerita yg sangat menarik dan mengesankan, terima kasih telah berbagi dan salam sukses

    BalasHapus
  11. Semakin ingin segera menontonnya setelah membaca review yang bagus ini. Makasih banyak ya, Mbak.

    Ohya, saya lagi mengadakan GA karena dapat hadiah blog dari Pakde. Ikut yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oyaaa??? Segera meluncuuuuurrrr :D

      Hapus
  12. nice day :)
    hargailah hari kemaren,
    mimpikanlah hari esok,
    tetapi hiduplah untuk hari ini.
    bagi-bagi motivasinya yaah...

    BalasHapus
  13. satu lagi film Indonesia yang saya penasaran banget -selain gending Sriwijaya- sampe sekarang belum liat juga.. :( padahal review kerennya udah banyak banget yg muncul :(

    BalasHapus
  14. Sampai sekarang saya belum nonton film ini, mba. ;)
    Kemarin pas ke jogja mau nonton, tapi masih antriii. ;)

    Mba, ikut GA saya ya? :D
    http://idahceris.wordpress.com/2012/12/20/give-away-langkah-catatanku/

    BalasHapus
  15. menurut saya kata2nya masih terlalu panjang ya untuk ukuran pembicaraan di gunung tinggi yang pasti kurang oksigen, jadi terlihat kurang real gitu, hehe
    I-Pub

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^