Jumat, Februari 21

Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Ini adalah kisah ketika dunia hanya mengenal dua wilayah; Barat dan Timur
Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam
Ini adalah cerita saat dunia terpolarisasi menjadi dua bagian; Kristen dan Islam
Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Ustmani
***

Ini adalah kisah tentang superheronya kaum muslimin saat itu. Ini adalah perjalanan hidup seorang pemimpin muslim yang mengedepankan ketakwaannya kepada Allah dalam menjalankan pemerintahannya. Seorang pemuda sholeh dengan kecerdasan luar biasa, dia lah Sultan Mehmed II bin Murad II atau yang lebih dikenal dengan Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel.

Aku mendadak jatuh cinta pada sosoknya, sesaat setelah aku mengakhiri kisah heroiknya yang dituliskan kembali oleh Felix Y. Siauw dalam Muhammad Al Fatih 1453. 

Awalnya aku rada-rada ragu gitu, apakah aku bisa menyelesaikan membaca buku Muhammad Al Fatih 1453 ini. Soalnya dari ngobrol-ngobrol ke sesama teman yang udah baca bukunya, cuma Intan yang antusias banget ngerekom aku untuk baca buku ini. Teman yang laen malah berhenti di tengah *belom nyampe setengahnya juga kalee* dengan alasan difficult to understand (×_×)

Tapi, Alhamdulillah aku bisa menikmati kisah Sang Sultan tersebut dan benar-benar bangga bahwa Islam pernah punya pemimpin yang keren banget :)

Cover Buku Muhammad Al Fatih 1453

Judul buku : Muhammad Al Fatih 1453
Penulis : Felix Y. Siauw
Penerbit : Al Fatih Press
ISBN : 978-602-17997-0-3

Jauuuhh sebelum Mehmed II lahir, Rasulullah telah bersabda bahwa kelak Konstantinopel akan ditaklukkan. Pemimpin yang berhasil membebaskan Konstantinopel adalah sebaik-baik pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan. Keyakinan terhadap sabda Rasulullah inilah yang menjadi impian para sultan pada dinasti Ustmaniyah. Dan sabda Rasulullah ini pulalah yang menjadi target kepemimpinan para sultan di masa itu, yakni membebaskan Konstantinopel.

Konstantinopel sendiri di bawah kekaisaran Byzantium adalah kota dengan letak yang sangat strategis. Terletak di sebelah barat Selat Bosphorus yang memisahkan antara benua Eropa dan Asia. Di sebelah Utara terdapat Teluk Tanduk Emas. Di seberang Selat Bosphorus terhampar daratan yang kaya akan hasil bumi yang dikenal dengan nama Anatolia. Dari Selat Bosphorus ke Utara seseorang akan tiba di Laut Hitam dan jika berlayar ke Selatan melalui Selat Dardanela, akan menuju ke Laut Mediterania. Posisinya yang sangat strategis itulah menjadikan Konstantinopel pusat perdagangan dan lalu lintas pelayaran yang sangat sibuk di masanya.

Selain posisi yang strategis, hal menonjol lainnya adalah pertahanan kotanya yang sangat luar biasa. Konstantinopel dikelilingi tembok-tembok yang berlapis-lapis dan tebal serta parit yang lebar dan dalam. Tembok dan parit tersebut adalah benteng yang membuat siapa saja harus berpikir dua kali untuk menerobosnya. 

Pembebasan Konstantinopel juga pernah dilakukan oleh Sultan Murad II, namun belum berhasil. Karena itulah Sultan Murad II mempersiapkan Mehmed II sebagai penggantinya dengan pendidikan yang tidak sembarangan. Mehmed II diberikan ke ulama-ulama besar pada masa itu seperti Syaikh Ahmad Bin Ismail Al Kurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin. Di masa pendidikan itulah para syaikh selalu mengingatkan Mehmed II bahwa Rasulullah telah memprediksi kelahirannya, memprediksi bahwa kelak dialah yang akan membebaskan Konstantinopel dan gelar pemimpin terbaik akan diperolehnya.

Janji Rasulullah itulah yang kemudian menurutku menjadi salah satu faktor keberhasilan Sultan Mehmed II, selain tentu saja karena ketakwaannya kepada Allah SWT. Dalam sejarah disebutkan bahwa setelah akil baligh, Mehmed II tidak pernah masbuk dalam sholat berjamaah, tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatibnya, dan tidak pernah meninggalkan sholat sunnah tahajjud. Allahu Akbar!! Sejarah juga mencatat sehari sebelum penyerangan besar-besaran di tahun 1453 tersebut, Sultan Mehmed II meminta semua pasukannya melakukan shoum sunnah, dan malam harinya keseluruhan pasukan melakukan sholat tahajjud. Sultan selalu mengingatkan pasukannya agar terus mendekatkan dirinya kepada Allah dan berdoa agar Allah membantu mereka dalam penaklukan Konstantinopel.

Kesholehan pemimpin menjadi suplemen tersendiri bagi pasukan yang dipimpinnya. Sehingga tiada ketakutan yang mereka hadapi melainkan kegembiraan meski dihadapkan dengan peperangan. Kehidupan yang mulia dengan meraih janji rasulullah sebagai prajurit terbaik adalah impian mereka, jika tidak bisa tercapai maka mereka bangga dengan syahid di jalan Allah. Mental kstaria seperti ini membuat pasukan musuh ciut nyalinya.

Ilustrasi yang ada di halaman buku

Rasa-rasanya tak ingin berhenti barang sejenak sebelum mengakhiri kisah Sang Sultan. Felix Y. Siauw telah menuliskan kembali kisang tersebut dengan bahasa yang sederhana. Mudah difahami, mudah dimengerti. Selain itu, desain setiap halaman juga sangat menarik karena dipenuhi dengan ilustrasi. Gak tau kenapa, ilustrasi tersebut seolah-olah mengantarkan kita pada masa yang dimaksud. Ilustrasi-ilustrasi tersebut jugalah yang kemudian membuat aku sangat mengagumi kecerdasan Sultan Mehmed II dalam mempersiapkan strategi perang. Ilustrasi tersebut jugalah yang membuat aku terkagum-kagum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. 

Kisah Sultan  Mehmed II dalam Muhammad Al Fatih juga menyampaikan pendapat mereka (para penulis dan pengamat sejarah dari pihak kristen) pada masa itu tentang sosok sultan. Sehingga kisah ini bukan melulu cerita dari versi muslim saja, tetapi ada pengakuan dari pihak kristen akan sosok Sultan dengan kepemimpinannya.

Salah satu yang pendapat yang sempat aku garisbawahi adalah pernyataan Loukas Notaras (bangsawan dan pejabat tinggi Byzantium), "Surban Sultan di kota ini (Konstantinopel) jauh lebih baik daripada topi kardinal". Pernyataan ini muncul ketika Kaisar Constantine menyetujui unifikasi yang ditawari oleh Paus di Roma agar Byzantium mendapatkan bantuan dalam menghadapi Mehmed II. Unifikasi ini membuat penyatuan Gereja Roma Latin dan Gereja Ortodoks Yunani. Dan unifikasi tersebut menjadi momen yang tepat untuk mendesak Kristen Yunani mengakui 'kesalahan' mereka dan menerima Kristen Roma sebagai ajaran Kristen yang sah (hal 78-79).

Aku hanya sedikit miss di bagian-bagian akhir kisah sang Sultan. Disebutkan bahwa pada tahun 1456 Sultan Mehmed berhasil ditahan oleh Jhon Hunyad ketika ingin merebut Belgrade. Tetapi paragraph berikutnya disebutkan pada tahun 1457-1460 lewat ekspedisi yang tak kenal lelah seluruh wilayah Yunani dan kepulauannya dapat diintegrasikan ke dalam wilayah Utsmani. (Hal 268). Bahasa "ditahan oleh Jhon Hunyad" tersebut membuat aku berpikir bahwa Sultan Mehmed ditawan secara fisik. Lalu dimana penjelasan bagaimana usaha Sultan dalam membebaskan dirinya?? Namun setelah berkali-kali membaca lagi dan mencoba memahami, aku kemudian berkesimpulan bahwa yang dimaksud penulis adalah serangan yang dilakukan Sultan  ketika ingin merebut Belgrade berhasil digagalkan oleh Jhon Hunyad.

Ah, akan terlalu panjang jika kisah ini kuurai kembali. Aku rekomendasikan saja buku Muhammad Al Fatih ini bagi siapa saja yang ingin tau sosok pemimpin Islam yang sebenar-benarnya pemimpin. Semoga sosok Mehmed II bisa menjadi tauladan bagi generasi muslim saat ini.

10 komentar:

  1. Cerita yang sangat menarik, terus kembangkan blog nya ya. Kalo aku nanti dekat zasachi aku gak ngerokok lah tenang aja hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha makasih bang Dian..
      Betol yaa.. awas kalo ngerokok :))

      Hapus
  2. apa kabar Zasachi..salam kenal. dl saya sering berkunjung ke blog ini. masih suka membuat resensi ya? ini cerita sejarah yg cukup detil. warga muslim wajib membacanya. betewe ada kesempatan memiliki buku gratis bagi yg suka meresensi buku lho. coba di :
    http://mozaikindie.com/100-buku-gratis-untuk-resensor/.

    BalasHapus
  3. wah keren...bangga sebagai umat muslim punya pemimpin seperti itu...Wajib baca nih...moga gak berhenti ditengah jalan juga x_X

    BalasHapus
  4. bagus banget mbak bukunya.... aku suka.... btw salam kenal ya mbak :)

    BalasHapus

  5. Kepedulian Kepada Sesama

    Sudah Banyak Kita Melihat
    Tapi Semua Terasa Sirna
    Sudah Banyak Kita Mengerti
    Tapi Sedikit Yang Kita Pahami

    Kemilau Harta Melimpah Ruah
    Justru Hati Kian Gelisah
    Hanya Orang Suka Bersedekah
    Hidup Jadi Makin Barokah

    Harta Hanyalah Titipan
    Pada Saatnya Pasti Dikembalikan
    Mengapa Tidak Dikeluarkan
    Agar Hidup Terselamatkan


    <<=0=>>

    Bank DKI => Kode : 111
    No Rek : 50323030085
    a/n : Setiawan Budiarto

    BalasHapus
  6. wah, bukunya sepertinya sangat menarik sampai kamu gak mau berhenti baca ya. thanks sudah share :)

    BalasHapus
  7. Aku malah baru tahu tentang Sultan Mehmed
    kapan ya kita bisa memiliki pemimpin yang hebat spt itu?

    BalasHapus
  8. wah jadi pengen baca juga nih buku nya sepertinya menarik isinya ya kak ;)

    BalasHapus
  9. muhammad al fatih :))))

    salah satu idola saya
    oh ya mbak masih banyak waktu giveawaynya ditunggu ya :))
    salam kenal

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^