Rabu, Oktober 17

Akhir dari Perjalanan

#Bagian 7

Minggu 30 September 2012
Lelah mulai menyerangku. Rasa-rasanya malas beranjak dari tempat tidur pagi itu. Tapi mengingat malam harinya kami harus sudah meninggalkan Jogja, aku akhirnya beranjak juga dari tempat tidur. Agenda hari ini adalah berburu oleh-oleh....

Aku, Van, Wia dan Fajar berempat berjalan pelan menuju malioboro. Oleh-oleh yang dicari juga bukan barang-barang mewah. Cuma pernak-pernik kecil seperti gantungan kunci, dompet hp, kaos oblong, sendal dan longdress batik buat ibunda di rumah. Sementara Yuan dengan temannya Darwin bertugas mencari tiket kereta api untuk perjalanan malam nanti ke Jakarta.

Meskipun terdengar simpel, ternyata begitu tiba di Malioboro gak tau kenapa kok susah ya mencari barang tersebut. Bukan susah karena langka, tapi karena sepanjang perjalanan, mata kami dimanjain dengan semua barang yang dicari. Akhirnya bingung sendiri mau pilih yang mana. Apalagi wia yang emang niat buat belanja untuk dagang *halaaahh...

Sambil berjalan akhirnya beberapa benda simpel tersebut berhasil kami temukan. Tinggal mencari bakal baju batik pesanan temanku. Ini adalah pelajaran juga buatku. Lebih baik memberi oleh-oleh dari pada menerima titipan teman buat berbelanja. Ampuuunn dah, mencari barangnya itu loh. Yang dia mau bakal baju batik untuk couple, tapi karena sepanjang jalan kenangan batik mulu yang dilihat, jadi bingung batik seperti apa yang kira-kira temanku mau. Sampe harus bolak balik kirim mms untuk perbandingan motif. Karena titipan, rada khawatir gimana kalo gak cocok ama dia. Untunglah di salah satu toko batik, Mirota mas penjual menjelaskan panjang lebar ke aku. Mulai dari berapa meter kain yang dibutuhkan untuk pasangan, jenis batik mana yang printing mana yang tulis sampe kisaran harga.








Siang harinya dapat kabar dari Yuan kalo harga tiket Kereta Api buat nanti malam muahhaal amiirrr sampe 375rb. Beuhh, nyaris nyamain tiket pesawat. Akhirnya diskusi lagi, timbang sana-timbang sini keberangkatan ke Jakarta ditunda sampe besok dengan bus. Berbelanja dilanjutin lagi, kali ini masuk ke Pasar Beringharjo. Mendadak pusing, mikirin pesanan teman yang belum dapat. akhirnya muter-muter dapat juga dah bakal baju batik. Ini juga udah mengerahkan kemampuan Van dan Wia buat ngebantu memilihkan motifnya.

Pilihan jatuh ke warna merah. Dilihat sekilas sepertinya biasa aja
Tapi aselinya cantik loh :)
Gagal ke Jakarta siang itu membuat waktu kami habis seharian buat berbelanja.

Senin, 1 Oktober 2012
Siang harinya kami harus check out dari Hotel Ismoyo. Pelayan hotel membantu kami untuk memesankan taxi. Kepada sopirnya kami meminta untuk diantarkan mencari oleh-oleh makanan khas Jogja, dan kami diantar ke Pabrik Bakpia Pathok 25. Bakpia yang katanya khas Jogja ini sebenarnya juga ada di Sumatera Utara, khas Kota Tebing Tinggi dan lebih dikenal dengan nama Kue Kacang.

Dari pabrikan bakpia pathok 25 kami kemudian diantar ke terminal bus Jombor, tepatnya di pool bus Kramat Jati. Selamat Tinggal Jogja...

Selasa, 2 Oktober 2012
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Ngetem di Bandara ceritanya. Pesawat yang akan membawa kami kembali ke Medan baru take off sekitar pukul 5 sore. Iya, karena memang perjalanan kali judulnya tour van java, kami memang memesan tiket kepulangan dari Jakarta. Setengah hari di bandara. Makan siang, sholat, ngopi, browsing, segala macamlah. Bosan juga seh..

Sambil menunggu ada beberapa hal yang kemudian aku pikirkan. Pertama, perjalanan ini meski sangat menyenangkan tetapi tidak terencana dengan baik. Ada beberapa tempat yang miss dikunjungi karena manajemen perjalanan kami yang gak terkonsep dengan baik. Kedua, karena banyaknya tempat yang luput dari kunjungan kami, maka sempat kepikiran buat jalan-jalan lagi :)

Well, inilah akhir dari ceritaku. Meski mungkin gak seheboh dan semenarik perjalanan pala petualang yang sebenarnya, tapi tetap perjalanan yang telah aku lalui ini memberikan pengalaman baru buatku. Terimakasih buat sahabat-sahabatku Van, Yuan dan Wia. 
Semoga apa yang telah kita lalui bersama membuat jalinan persahabatan ini semakin kuat dan indah.


 And... I'm ready for the next destination :)

2 komentar:

  1. wah keren2 batiknya. btw, aku paling malas dititipi belanjaan kalo pas jalan2. soalnya gak mau bawa berat2. lha bawa oleh2 aja udah berat. eh masih dititipi pula. wah wah..maaf aja deh...tidak ada titipan. aku sendiri gak suka nitip sama orang yg lagi melancong karena bisa merasakan betapa pusingnya bawa2 belanjaan. belum kalo yg dicari kagak ada. pernah punya pengalaman juga sih dititipi teh susu pas ke malayasia. duh amit2 cari dimana2 gak nemu. adanya merek lain. hiks..kapokkk..lho kok jadi curhat ya...

    BalasHapus
  2. Kalau ke malioboro dan beringharjo, dijamin bakal 'rakus'..maunya semua semua dibeli deh. Tapi saya suka tuh batiknya yg hijau tosca...

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^