Jumat, November 6

Taman Hewan dan Sepotong Cake

Entah kenapa setelah membaca the dusty sneakers, bawaan jadi pengen jalan-jalan. Jalan-jalan yang beda, mengunjungi tempat-tempat yang mungkin bagi sebagian orang hanya tempat biasa. Kepengen bisa melihat sekeliling dari sudut pandang yang berbeda, antimainstream lah.

Gayung bersambut. Saat magang di BBI Kerasaan aku dapatkan info bahwa di Pematangsiantar ada kedai kopi yang kopinya ennaaaakkk banget. Meski dari dekorasi tempat bisa dikatakan jauh beda dengan cafe-cafe sekarang, tapi citarasa kopinya gak bakal terlupakan.

Tapi sayang, saat aku utarakan keinginanku untuk ngopi bareng suami ke kedai kopi itu, suami langsung menolak.
"Tempatnya gak asyik..."
"Cuma kedai kopi, makanan yang ada juga cuma roti bakar..."
"Kebanyakan yang ngopi di situ kakek-kakek, gak seru aja..."
"Jangan ke situ aahh... Malas..."
Percuma memaksa mengemukakan alasanku ingin mengunjungi kedai kopi itu lebih lanjut, bahasa tubuh suami udah gak bersemangat. Wajahnya juga manyun gitu. Ya sudahlah, aku mengalah...

Sebagai gantinya dia mengajakku ke Taman Hewan Pematangsiantar. Sejak kami menikah, aku memang belum pernah mengunjungi taman hewan di sana. Dengar-dengar nih koleksi satwa di sana jauh lebih lengkap dari koleksi satwa yang ada di kebun binatang Kota Medan. Jadilah, sabtu sore kami meluncur ke sana.

Bermain bersama

Mencari Perhatian

Ngobrol :)


Tiket masuknya 25 ribu rupiah/orang. Kami dapat teh botol dan masker. Lokasinya mirip hutan kecil dengan pohon-pohon besar menjulang tinggi. Banyak anak-anak sekolah yang terlihat melakukan wisata dengan gurunya. Mereka mengamati jenis-jenis burung, kemudian menuliskan sesuatu di catatannya. Aahh, ternyata berkunjung ke taman hewan juga bisa melihat banyak hal. Selain tingkah polah satwa yang ada di sana, tingkah polah pengunjung yang lain juga menjadi hal menarik lainnya, terutama anak-anak kecil yang lucu dan menggemaskan. Ada yang takut setiap melihat hewan-hewan di sana, ada juga yang tertawa senang seolah ingin bermain bersama.




Keluar dari Taman Hewan, suami ngajak aku mencicipi cake di sebuah toko kue kecil persis di depan Taman Hewan. Katanya, toko cake itu milik kakak salah seorang mahasiswanya. Sebuah toko kue kecil, lebih mirip kios. Tapi saat duduk mencicipi cake coklat berdua suami, entah sudah berapa orang yang datang silih berganti untuk mengambil pesanan, atau seperti kami memilih duduk mencicipi cake di beranda toko sambil melihat keramaian di sekeliling.

No caption needed

Sore itu sambil menikmati cake, pikiranku melayang pada hewan-hewan di dalam sana. Sejujurnya ada juga rasa kasian melihat mereka yang lebih banyak diam, seperti enggan bergerak, seolah tidak peduli dengan keadaan sekitar. Entahlah, aku jadi berpikir mungkin mereka merindukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana pergerakan mereka tidak terbatas, tempat di mana mereka menemukan teman-teman sejenis mereka, tempat di mana mereka bisa bebas menyatu dengan alam. Entahlah...


3 komentar:

  1. Asekkknya liburan. Fotonya cakep-cakep suer.
    kanguru dan meraknya lucu :)

    BalasHapus
  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  3. Aih senengnya sempat jalan2 ke Taman Hewan. Itu burung meraknya cakep sekalliiiii...

    Aku Sabtu kemarin juga baru sempat ngajak Shasa jalan2 ke Batu Secret Zoo.

    BTW belum ada postingan baru ya?

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^