Sabtu, Oktober 24

Hilang Ditelan Asap

Sehari sebelum perjalanan ke Parapat yang dijadwalkan pada hari kamis tanggal 22 Oktober 2015 kemaren, aku sudah memikirkan banyak hal. Banyak hal tentang apa saja yang akan aku dapati sepanjang perjalanan. Tentang apa yang akan aku lihat di sepanjang jalan menuju ke sana. Bukan kali pertama memang, tetapi mengunjungi Parapat yang merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara selalu menjanjikan keindahan. Belum lagi perjalanan kali ini dalam rangka field trip ke Ambarita (kalau yang ini jujur emang bikin penasaran, karena setiap kali mengunjungi Parapat aku belum pernah melakukan penyebrangan ke pulau samosir atau sekedar berkeliling dengan kapal. Selalu saja stay di Parapat melihat panorama keindahan danau toba. Sementara untuk bisa mencapai Ambarita kami harus menyebrangi danau toba). Ya, aku sudah terlalu banyak membayangkan keseruan perjalanan kali ini bersama rekan-rekan penyuluh perikanan dari kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Dan berangkatlah kami pagi-pagi sekali dari Pematangsiantar. Semua ready dengan catatan dan kamera. Di Ambarita nanti kami akan mengunjungi Pusat Pembenihan Ikan (Pusdik Ambarita) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara. Sepanjang perjalanan kami saling melempar gurauan, saling berbagi cerita tentang apa yang kami hadapi di lapangan selama menjadi penyuluh. Bagian ini menjadi bagian yang paling aku suka. Karena aku masih terbilang baru, sementara rekan yang lain adalah senior-seniorku, bahkan ada satu-dua orang yang sudah mendekati masa pensiun.

Hanya lebih kurang 2 jam waktu yang dibutuhkan dari Pematangsiantar ke Parapat. Mendekati parapat, mendadak semua keindahan yang sempat aku bayangkan menghilang. Tidak ada lagi pohon-pohon menjulang tinggi disepanjang hutan di kanan kiri kami. Semuanya memutih, memutih karena asap. Lemas rasanya saat kendaraan kami memasuki Parapat. Ini bukan kali pertama bagiku mengunjungi Parapat. Dahulu, aku selalu bisa melihat birunya danau toba melalui kaca kendaraan yang berjalan. Bukit-bukit hijau yang mengelilinginya. Bangunan hotel dan penginapan di pinggir danau yang lebih mirip kota-kota kecil jika diperhatikan dari atas. Tapi kini semuanya hilang ditelan asap. 

Perjalanan ke Ambarita pun tidak bisa dilakukan karena jarak pandang yang terbatas. Tak ada yang dapat dilihat, sekeliling memutih karena asap. Jadi teringat saat duduk di pesantren dulu. Disatu kesempatan ustadz beberapa kali mengulang-ulang salah satu ayat di dalam Alquran tentang kerusakan alam. 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

Ayat di atas berulang-ulang di bacakan ustadz dan berulang-ulang pula ustadz mengingatkan untuk menjaga lingkungan dan alam. Saat itu masih polos, belum ngerti apa-apa, apalagi sampai kepikiran buat membakar hutan. Tapi kali ini, saat mata mulai merasakan perih, jarak pandang terbatas, keindahan alam di sekeliling hilang ditelan asap, dadapun rasanya sesak... 

apakah masih terlihat indah? :(

sempat naik kapal, separuh perjalanan kembali ke parapat karena jarak pandang yang sangat terbatas

warna hijaunya sedikit demi sedikit memudar :(

di depan rumah pengungsian presiden soekarno, langit di atasnya tak lagi biru :(


Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita..

4 komentar:

  1. Musibah asap semakin parah dan meluas. Berdoa semoga hujan segera turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga Allah menurunkan hujanNya, aamiin..

      Hapus
  2. semoga para pembakar lahan itu mendapatkan hukuman yang setimpal karena sudah mengorbankan ribuan orang
    :( sedihnya lihat langit yang tak lagi biru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      iya mbak, matahari yang garang di siang haripun sudah jarang terlihat, ketutup asap :(

      Hapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^