Rabu, Oktober 14

Berbagi Pengalaman Berburu Souvenir Pernikahan


Ngomongin soal pernikahan bakal gak ada kelar-kelarnya. Mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai hari-hari manis setelahnya (honeymoon), selalu saja menarik untuk dibahas. Nah kali ini aku mau cerita sedikit nih tentang pengalamanku berburu pernak pernik pernikahan yang gak mungkin terlewatkan dalam sebuah pesta pernikahan. Apa itu?? Hmm, souvenir pernikahan. Kalau di Binjai kotaku lebih familiar dengan sebutan "ucapan terima kasih". Siapa sangka ternyata mencari souvenir pernikahan itu tidak segampang yang digampangkan orang.

Seperti saat aku melangsungkan pernikahan di bulan Maret yang lalu. Kebetulan aku dan suami full melibatkan keluarga dalam keseluruhan rangkaian acara bahagia kami, mulai dari persiapan sampai pelaksanaan. Jadi sama sekali tidak menggunakan jasa wedding organizer. 

Aku akui memang tidaklah mudah mempersiapkan sebuah pernikahan. Berdasarkan pengalamanku, aku bisa membaginya menjadi dua bagian utama yang benar-benar perlu perhatian khusus, yaitu: kesiapan mental dan kesiapan finansial. Karena kali ini aku mau bahas soal souvenir pernikahanku, maka hubungannya pastilah ke kesiapan finansial aku dan calon suami waktu itu.

Kemaren-kemaren saat mendekati hari bersejarah buat aku dan suami, aku sempat dibikin galau dengan persoalan souvenir pernikahan ini. Jujur aja, rasanya pengeeeen banget memberikan sesuatu yang sangat spesial ke para tamu-tamu kami, sesuatu yang menggambarkan aku dan suami banget, sesuatu yang bisa bikin mereka akan selalu ingat dengan kebahagiaan kami kala itu. Sesuatu yang sederhana tapi unik dan tentu saja gak mahal, idih!! Emang ada? Sesuatu yang bukan judul lagunya syahrini. Ah, mungkin aku terlalu banyak maunya. 

Untuk mengusir kegalauan, aku mencoba browsing. Aku menemukan ada banyak sekali pilihan barang-barang cantik dan unik yang dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Semakin bagus barangnya semakin mahal harganya. Tak hanya berupa barang, aku juga menemukan souvenir photobooth. Whuaa, manis sekali. Bisa aku bayangi momen pernikahan akan menjadi momen yang tak terlupakan karena telah diabadikan dalam bentuk gambar. Bukankah sekarang photo bareng pengantin aja sudah seperti sebuah keharusan. Gak cukup photo dari kamera mas/mbak photografer, tapi terkadang juga pake ponsel tamu itu sendiri. Biar maksudnya nanti bisa diupload di medsos gitu. Ya, kadang aku juga gitu waktu hadir di pesta pernikahan teman. 

Buat mereka dengan kesiapan finansial yang lebih dari cukup, rasanya tak masalah dengan pilihan souvenir photobooth. Tapi dengan kesiapan finansial yang pas-pasan seperti aku, rasanya aku harus lebih jeli lagi memilihnya.

Aku kemudian mencoba mengingat-ingat beberapa souvenir yang aku dapatkan dari pernikahan famili dan teman-temanku yang terlebih dahulu menikah. Ada kipas, kalender, key chain, dompet dengan motif batik atau etnik lainnya, gelas, brooch, dan kebanyakan seperti itu. Saat hunting barang-barang itu aku sadar, meski sederhana ternyata barang-barang itu ternyata gak bisa dibilang murah. 



Beberapa souvenir dari pernikahan famili dan teman yang aku dapatkan

Aku sempat memperlihatkan salah satu souvenir pernikahan temanku ke suami (calon suami sih waktu itu). Sebuah gelas dengan namanya dan suaminya, ada tanggal pernikahan mereka serta sebuah quote manis yang sangat romantis. Aku pengen bisa memberi yang seperti itu. 


Aku suka sekali dengan souvenir yang satu ini. Dan sempat berpikir pengen yang seperti ini untuk pernikahanku

Tapi suamiku (calon suami sih waktu itu) mengingatkan kembali penggunaan finansial pernikahan kami ke pos-posnya. 
"Kalau seperti itu agak mahal dek, kita beli yang lebih sederhana lagi ya, tapi insya Allah tetap bermanfaat buat para tamu.." Dia membujukku.


Kalo yang ini souvenir pernikahan kami saat acara ngunduh mantu. Selain ini ada sendok kayu unik yang jadi rebutan ibu-ibu waktu itu. Keburu habis. Sisa yang ini, yang lain tak sempat didokumentasikan :)

Akhirnya ada beberapa souvenir yang kami persiapkan. Semuanya berupa barang kecil yang sangat sederhana. Teman kantor merekomendasikan kenalannya untuk pesanan brooch handmade yang aku pilih sebagai souvenir pernikahanku. Sisanya aku dan suami (calon suami sih waktu itu) membeli beberapa barang kecil lainnya. Jauh dari impianku memang, tapi aku bahagia. Sangat bahagia.

Semoga sakinah mawaddah warrahmah selamanya :)

Idealnya sebuah pernikahan adalah kebahagiaan. Jangan memaksakan sesuatu yang justru membuat kita tertekan dalam mempersiapkannya. Tapi jika Allah memberi kelebihan rezeki untuk itu, tidak salah juga berbagi kebahagiaan dengan para tamu undangan dengan memberikan souvenir pernikahan yang berkesan buat mereka. 




7 komentar:

  1. Wah souvenirnya bagus mbaak.. Masih ada ga ? Lempar satu doongs..
    Soal souvenir kadang selera juga sih ya ga melulu dari segi harga.. hehe
    Terima kasih ya sudah ikutan GA saya..
    Salam kenal.. Blognya baguus, cozy style bgt ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih mba Sinta udah meninggalkan jejak di sini hehehe

      Hapus
  2. Kak za, aq kok.gk.dpt souvenir yg itu :p *mupeeenggg :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Panyaaaaa dudulz *timpuk*
      Yg cakep itu kan pas di pestanya kak ridha :P
      eehh, br ingat dirimu gak datang yaaa :P

      Hapus
  3. Ada juga mak yg pengen ngirit souvenir yaitu dengan cara bikin sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, yang seperti itu rajin dan kreatif mak hehehe

      Hapus
  4. Aku juga suka souvenir yang lucu-lucu, tapi nasibnya ga pernah awet. Kalo ga rusak ya ilang. Hiks

    BalasHapus

Tinggalin komentar kamu di sini ^^