Sabtu, Mei 22

[R]

“R”
(Sebuah puisi ngasal)

Aku memulai pagi tanpa [R]
Menikmati makan pagi juga tanpa [R]
Tak ada bedanya dengan siang dan malam,
Keduanya juga ku lalui tanpa [R]
Tapi aku bersyukur, bisa bertemu [R] setiap so[R]e…

Tak ada [R]umah tanpa [R]
Tak ada pe[R]abot tanpa [R]
Tak ku temui juga [R] pada pintu dan jendela…
Tapi aku harus bersyukur,
Karena selalu ada cinta meski tanpa [R]
Pasti ada kasih sayang meski tanpa [R]
Dan jika tanpa [R]tak ada [R]indu, kita tetap bisa kangen meski tak ada [R]

Aku merasa adil,
Ketika tak ada [R] pada Yuliza
Masih kutemukan [R] pada Sachi[R]a ^^

Meja kerja, 22 Mei 2010
Note: untuk kesekian kalinya kena coaching gara2 gak jelas menyebut abjad “R” ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin komentar kamu di sini ^^