Rabu, Juni 10

I'll Catch you !

Berdua bareng Jemy, kami mulai memasuki kawasan hutan mangrove, gak terlalu menyeramkan karena kondisi komunitas mangrovenya juga sudah banyak yang rusak. Karena belum terlalu siang, sinar matahari juga tidak begitu menyegat.
Rasanya aku sudah benar2 siap untuk merasa lelah, pertama karena aku tau kalo kelimpahan Telescopium telescopium yang menjadi objek penelitianku tidak seperti yg aku harapkan, well..aku telah melakukan riset pra penelitian, meski hanya mengambil sampel di kawasan mangrove sekitar Marine, tp kesimpulanku saat itu…siput aneh yg aku cari nanti adalah siput langka..
“hey, za..liat neh” teriakan Jem.


Aku mengahampirinya…dan mataku terbelalak menatap apa yg ada di hadapanku, ada sekumpulan mahluk itu, di sana berkumpul di genangan rawa2 mangrove. Jem menatapku sambil tersenyum..Dan tawaku pun pecah..
“I’ll catch you honey…” kataku sambil menyodorkan wadah ember ke Jem. Berkali2 hamdalah mengalir dari bibirku. Siapa sangka kalo Allah telah memudahkan semuanya…
Perjalanan menyusuri hutan2 mangrove selanjutnya adalah perjalanan yang menyenangkan, karena meski tak bisa dikatakan kelimpahannya besar di perairan Dumai, jumlah yg terkumpul cukup representatif untuk penelitian mengenai kandungan logam berat yang akan aku dan Jem lakukan di Laboratorium UP II Pertamina.
“Cari aja di sekitar sana, biasanya ada juga di sana siput ini…”
“Untuk apa? kalo yg ini biasa kami makan…”
“Saya gak tau namanya…”
“Wah…gak tau ya, biasanya kami juga gak sengaja gitu, ya..kalo iseng aja nyarinya…”
Itu beberapa komentar penduduk, yg kami temui. Aku sempat bergidik saat tau kalo neh siput biasa di konsumsi ama masyarakat lokal… hiiiii…geli banget deh.
“Jadi gmn dgn nama lokalnya?” Aku bertanya pada Jem. Pasalnya gak ada yg tau namanya apa di sini.
“Sepakat aja deh..kita berpatokan ma literatur yg ada, kalo org2 di luar sana ngasi nama siput teleskop, aku pikir gak ada salahnya kita juga kasi nama itu ke dia (Jem menunjuk ke ember). Lagian lihat deh za, (Jem mengambil seekor dari ember) mirip banget ya ma teleskop cangkangnya…”
Aku cm mengangguk senang. Gak ada hal lain yg bikin akubahagia saat itu, selain menyadari bahwa riset ini gak serumit yang aku bayangkan.
“Kok senyum?” Jem menatapku heran
“Aku senang banget bisa nangkap mereka..”Kataku sambil menunjuk ke dalam ember. Dan Jemy cuma tertawa mendengarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin komentar kamu di sini ^^