Jumat, Juni 19

CuKur Bulu Ketiak Penyebab Kanker Payudara?

Sebagai perempuan, dengar "kanker payudara" mungkin udah bikin jantung berdetak lebih cepat. Karena penyakit tersebut sudah terbukti menjadi penyebab utama kematian pada penderitanya. Dan hari ini aku dapat email dari teman yang cukup bikin gelisah. Pertama karena ini berhubungan dengan kanker payudara dan kebiasaanku. Apa itu? Well isi emailnya seperti ini,

Enam Makanan Anti Kanker Payudara

Kanker payudara? Siapa pun pasti ingin menghindarinya. Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit yang menakutkan kaum wanita tersebut. Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau tidak.

1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap ½ gelas gandum setara dengan 10gr dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang pertumbuhan kanker payudara.

2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa
para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna dan
salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil. Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam ikan tersebut..

3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi kedua jenis sayuran itu.

4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah yang cukup banyak.

5. Susu Kedelai Murni
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni
ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.

6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario, Canada, pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara sampai 50%.


Nah, lantas apa yang menakutkan?


Setelah informasi mengenai makanan yang bisa menghambat pertumbuhan sel2 kanker tersebut, ada tambahan informasi yang bikin kaget. Katanya, mereka yang kerap mencukur bulu ketiaknya beresiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh begitu saja. Sebagai seorang muslimah, dari kecil saat belajar mengaji kegitan membersihkan bulu bagi pria dan wanita itu di sunnahkan, artinya ada nilainya jika dilakukan. Pertanyaannya, kenapa jadi bisa menyebabkan penyakit, padahal apa yang disunnahkan akan mendatangkan manfaat bukan mudharat.


Anderson Cancer Center menyimpulkan bahwa wanita yang mencukur bulu ketiaknya kernyata 10 kali lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh apa adanya.

Dr. Therese Bevers dari M.D. Anderson mengungkapkan,dengan mencukur bulu ketiak, di ketiak akan timbul banyak luka tak kasat mata serta pori-pori di daerah ketiak akan membesar. Ini memungkinkan toxin dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodorant, bedak, dan krim akan dengan mudah memasuki kulit. Deodorant antiperspirant menambah mudah toxin masuk ke dalam kulit, karena antiperspirant mencegah pengeluaran keringat yang bisa membantu melunturkan toxin yang masuk. Toxin yang masuk itu dapat tertimbun pada payudara, dan akibatnya adalah timbulnya kanker.

Bevers menjelaskan bahwa bulu ketiak memang berguna untuk melindungi ketiak dari zat racun yang hendak masuk dari luar tubuh, karena di ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama ke payudara dan bagian tubuh lainnya.
Kemungkinan transportasi toxin ke bagian tubuh lain juga ada, sehingga memang ketidakadaan bulu ketiak juga memudahkan tumbuhnya kanker dibagian tubuh lain seperti paru-paru, jantung, dan otak, terutama apabila di payudaranya sudah tumbuh kanker. Untuk wanita yang kurang menjaga kebersihannya, ketiadadaan bulu ketiak juga
memungkinkan bakteri dan kuman tertimbun di pori-pori dan memudahkan timbulnya bisul
atau abses.

Kesimpulan adanya hubungan antara kanker dan mencukur bulu ketiak ini diperoleh dari pendataan terhadap wanita di Amerika Serikat dan Eropa selama 10 tahun terakhir. American Cancer Society memperkirakan bahwa pada tahun 2002 saja akan timbul 175.000 kasus baru kanker payudara ganas di Amerika Serikat, dan akan terjadi 43.000 kematian karena kanker payudara. Lebih lanjut, Bevers mengemukakan bahwa setiap rambut yang tumbuh pada tubuh memang dapat menjaga organ tubuh vital yang ada di
dekatnya, dan adalah ironis bahwa banyak wanita yang membuang bulu ketiaknya hanya karena alasan mode padahal di dekat ketiak terdapat organ yang sangat penting yaitu
payudara.

Pria terbukti jauh lebih aman terhadap bahaya ini karena kebanyakan pria tidak mencukur bulu ketiaknya. Ketika ditanya apakah menghilangkan bulu ketiak dengan cara lain seperti waxes dan mencabutnya juga meningkatkan kerentanan yang sama terhadap kanker, Bevers menjawab memang membuang bulu ketiak dengan mencukurnya adalah paling berbahaya karena kemungkinan timbulnya luka-luka minor lebih besar, namun cara lain
justru memperbesar pori-pori jauh lebih besar daripada mencukur sehingga secara garis
besar seluruhnya sama bahayanya. Bevers menyarankan agar wanita tidak perlu mencukur bulu ketiaknya karena bahayanya sangat besar dibandingkan dengan manfaatnya.

'Budaya menghilangkan bulu ketiak itu ditumbuhkan karena alasan bisnis semata, padahal dilihat dari sudut pandang medis sangat merugikan bagi yang melakukannya', kata Bevers.


Benarkah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Therese Bevers? Tapi percaya dengan satu penelitian saja belum cukup, akhirnya browsing2 lagi dan dapat deh penjelasan yang sedikit ngademin...
Konsultasi dengan Dr. Sonia Wibisono. Mungkin pertanyaan yang diajukan ke beliau oleh seorang cewek melalui e-mail karena cewek tersebut mendapat informasi seperti ini dan kemudian merasa khawatir. Tapi jawaban beliau masuk akal juga.


APA benar kalau kita sering mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan kanker payudara? –

Mencukur bulu ketiak TIDAK menyebabkan kanker payudara. Sampai sekarang penyebab terjadinya
kanker payudara belum diketahui, tetapi mencukur bulu ketiak BUKAN sebagai salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara.

Yang merupakan faktor resiko (faktor yang meningkatkan kemungkinan terkenanya penyakit) kanker payudara adalah:
-adanya faktor genetik/keturunan
-usia diatas 50 tahun
-gaya hidup yang tidak sehat yaitu merokok, makan makanan yang tinggi lemak, minuman beralkohol, aktivitas fisik yang kurang, dan kegemukan
-adanya riwayat penyakit tumor payudara jinak

Yang juga dapat meningkatkan faktor resiko adalah:
-pernah melakukan terapi radiasi di daerah dada
-wanita yang memasuki masa menstruasinya pada usia yang terlalu muda (yaitu dibawah 12 tahun), dan yang memasuki masa menopause pada usia yang terlalu tua (diatas 50 tahun)

Perlu diketahui beberapa efek samping mencukur bulu ketiak dan cara mengatasinya, adalah sebagai berikut:

-terjadinya luka pada kulit ketiak yang tipis itu (untuk menghindarinya, pakailah shaving foam atau shaving cream dahulu di ketiak, baru dicukur dengan razor yang tajam, jangan terlalu ditekankan ke kulit ketiak, maksimal sebaiknya 2 kali gerakan mencukur)
-timbulnya bisul (furunkel, yaitu infeksi pada daerah folikel rambut dan sekitarnya) pada ketiak.

Saat dicukur, kulit ketiak terluka, dan kuman masuk ke daerah tersebut (karena itu sebaiknya setelah mencukur, bersihkan ketiak dengan air dan sabun, kemudian oleskan alkohol atau after shave lotion untuk mencegah masuknya kuman).

-terjadinya iritasi (untuk menghindarinya, pakailah shaving cream sebelum mencukur, dan setelah pakai alkohol, pakailah emolien / pelembut kulit ).
-adanya rambut yang tumbuh ke dalam setelah dicukur (cara mengatasinya, dapat dicabut dengan pinset, tetapi setelah itu berilah alkohol agar tidak terjadi infeksi)


Aku sendiri lebih setuju dengan pendapat Dr. Sonia, bahwa pemicu kanker payudara lebih ke gaya hidup seseorang, selain memang karena ada faktor genetik.

Sumber: http://soniawibisono.kompasiana.com/2009/01/02/tanya-jawab-dr-sonia-wibisono-cukur-bulu-ketek-sebabkan-kanker-payudara/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin komentar kamu di sini ^^