Senin, Mei 18

Dia VS Siput Teleskop

“Zaaaaaa……pakai sepatunya, ntar kaki kamu kena beling..”
Aku menoleh ke arah suara, Jem masih berdiri di pondok kayu itu, bersama Pak Tua. Tangan kanannya menjinjing sepasang sepatu.
Aku kembali menatap laut, hari ini laut sedang surut. Menatap jauh ke sana, seolah menatap sebuah lukisan karya sang Pencipta, di sana bibir laut sedang mencium kaki langit… Pandanganku sekarang beralih ke kakiku yang telanjang, yeah, Jem benar, pantai ini gak bisa dibilang aman buat bertelanjang kaki… Padahal minggu kemaren saat bareng Agung ke mari, air laut pasang dan kakiku sempat bercengkrama dengan air laut di sana di pondok kayu tadi. Sayang, gak bisa lama, Agung musti nungguin rentalnya.

Memandang laut, mengingatkanku padanya.
“Saat ini aku sedang tidak ingin bicara laut, laut telah membuat aku kehilangan seorang yang baik, well cepat bikin skripsinya ya..cepat pulang…” Itu isi smsnya.

Jika aku tulis nama kami di pantai ini, saat pasang laut akan membawanya jauh pergi… Tidak juga di atas karang, hempasan laut juga bisa membawanya pergi. Dan aku lebih memilih memahatnya di hatiku… Sampai kapanpun aku akan selalu ingat kamu.

“Pakai neh..”
Lamunanku buyar, Jem sudah berdiri di sampingku. Sepatuku dilemparin gitu aja.
“kamu sedang gak berfikir kalo kita sedang piknikkan?” dia mencoba menggodaku. Aku cuma menggeleng… Suasana hatiku tiba2 berubah, bayangan si siput aneh yang jadi objek penelitianku tiba2 menari2 di pelupuk mataku. Seolah2 mentertawaiku…

“Zaaa… Ayo donk yang semangat… Pak Tua itu berjanji akan bantu kita semampunya…”kali ini dia mencoba menghiburku.

Aku menarik nafas panjang.
Aku memakai sepatuku, menatap Jem lama. Kemudian tersenyum.
"Tadi ngelamun sambil jalan2 ndiri mikirin siapa sih?” tanyanya, matanya melirik nakal.
"Siapa yang ngelamun?” aku balik bertanya
"Halah…udah deh, dari tadi aku perhatiin kamu senyam senyum ndiri, kalo sepatumu gak aku lempar, mungkin sampe kiamat kamu bakal gak menyadari kehadiranku di sini…”
“Appaaa???”
Jem sdh lari duluan menghindari pukulanku. Dasar resek!! Aku mencoba berlari kecil menyusulnya.
“Mikirin dia ya? makanya yg semangat…biar cepat pulang..” Dia berteriak lagi.
Aku cuma tersenyum simpul..persis isi smsnya.
Kali ini Jem berlari mundur, sambil tertawa dia menatapku, mengepalkan tangannya dan mengacungkannya ke arahku…
“Semangat za…!!”
Jem benar... Kali ini aku akan bersemangat. Demi dia atau siput2 jelek itu? kali ini demi si aneh siput teleskop deh.


Gambar dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalin komentar kamu di sini ^^